Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan

Minggu, 12 Juni 2011

7 Pemain Sepak Bola Wanita Tercantik


1. Anouk Hoogendijk
Gadis pirang dan cantik tidak punya kemampuan apa-apa? Anouk Hoogendijk membuktikan Anda salah! Ia bermain untuk timnas Belanda di usia 19 tahun dan kini, di usia 26 tahun, ia bermain untuk tim Belanda, FC Utrecht.



2. Tina DiMartino
Tina DiMartino sangat istimewa. Saat kuliah di UCLA, ia satu-satunya anak tingkat pertama yang bermain di semua 26 pertandingan untuk Bruins, mencetak lima gol. Kreativitasnya di lapangan sering dipuji dan ia juga dikenal sebagai penyerang terbaik di liga wanita kampus. Ia kini bermain untuk timnas AS




3. Sylvia Arnold
Di usianya yang ke-21, Sylvia Arnold sudah punya pencapaian yang menakjubkan. Ia menjadi bagian dari timnas Jerman U-20, dan membuat takjub di Piala Dunia U-20 tahun 2010 sehingga dipromosikan masuk timnas senior. Yang paling menyenangkan: ia punya saudara kembar, sama cantiknya, dan sama berbakatnya!



4. Rachel Unitt
Rachel Unitt sering disebut sebagai pemain bola Inggris paling ngetop, dan mudah terlihat mengapa. Ia atlet Inggris yang cantik, berbakat, pernah jadi Nationwide International Player of the Year di FA Women’s Football Awards 2004, dan menang lagi di tahun 2006. Kami juga mau main bola dengannya!



5. Heather Mitts
Minggir Mia Hamm, semua sekarang mengincar Heather Mitts. Peraih medali emas Olimpiade dua kali dan juga pemain terseksi d Women’s United Soccer Association league versi Playboy Online tahun 2001 serta “Hottest Female Athlete” tahun 2004 versi ESPN.com. Ia juga tampil di Sports Illustrated Swimsuit edisi tahun 2005.


6. Milene Domingues
Terdengar familiar? Milene Domingues adalah mantan istri pemain Brasil Ronaldo. Tapi ia ngetop juga karena jago main bola. Ia adalah pemegang rekor menggiring bola dengan 55,198 sentuhan. Di masa jayanya, ia adalah pemain bola wanita paling mahal di Spanyol. Tak heran Ronaldo pernah berkata, ia harus bercinta dulu sebelum setiap pertandingan? Akan muncul kebutuhan macam itu jika Milene Domingues adalah istri kami!



7. Hope Solo
Dengan rambut pirang, mata biru dan wajah cantik, Hope Solo bisa saja dikira model. Tapi ia adalah kiper untuk timnas AS. Ia kini bermain untuk Atlanta Beat, dan menjadi WPS Goalkeeper of the Year tahun 2009. Jelas membuktikan, tangan Hope sangat mahir!


Senin, 23 Mei 2011

Kiper Asing di Liga Indonesia

Tidak seperti pemain di posisi lain, pemain asing yang berposisi penjaga gawang, sampai Liga Indonesia edisi 2009/2010 ini masih dapat dihitung jari. Salah satu penyebabnya, menurut gua sih, masih banyak pelatih kita yang percaya sama kemampuan penjaga gawang dalam negeri. Coba dibandingkan dengan jumlah kiper lokal yang bermain di liga Inggris, sampai sekarang kalau diliat penjaga gawang yang jadi staring line up cuma ada David James di Porstmouth, Chris Kirkland di Wigan Athletic, Joe Hart di Birmingham City, Robert Green di West Ham United, selebihnya kiper impor semua. Bukan hanya diposisi penjaga gawang utama, cadangannya pun impor semua. Coba lihat di Arsenal, Manuel Almunia dari Spanyol, Kiper keduanya, Lukasz Fabianski dari Polandia, dan kiper ketiga, Vito Mannonne dari Italia.

Hal ini juga yang sempat menjadikan Inggris krisis penjaga gawang, setelah David Seaman pensiun. Jadi masih untung Indonesia yang punya banyak penjaga gawang tangguh sebagai pilihan.

Balik lagi ke soal kiper asing yang jadi penjaga gawang utama di klub – klub Indonesia, inilah mereka :

1. Darryl Sinerine

Kiper


Kiper asal Trinidad & Tobago ini, merupakan pionir penjaga gawang asing di liga Indonesia. Memperkuat Petrokimia Putra tahun 1994/ 1995, Liga Indonesia edisi perdana, Darryl menjadi andalan klubnya saat itu. Prestasinya membawa Petrokimia ke partai final liga Indonesia, yang saat itu masih bernama Liga Dunhill, walau kalah oleh Persib Bandung. Darryl bertahan beberapa musim di lndonesia, dan selalu menjadi pilihan dalam setiap laga perang bintang.

2. Mbeng Jean Mambalou

Kiper asal Kamerun ini mengawali petualangan di Liga Indonesia dengan memperkuat Persija pada musim 1997/1998. Cekatan dan sulit ditaklukkan, menjadikan kiper ini andalan Persija selama beberapa musim. Lepas dari Persija, Mbeng Jean sempat memperkuat PSPS Pekanbaru dan PSMS Medan.

3. Zhen Ceng

Paling Kanan

Kiper yang mengecat pirang rambutnya ini, didatangkan dari klub Wuhan Huanghelou Cina, pada era kepelatihan Jacksen F Tiago di Persebaya. Berusia 18 tahun saat datang tahun 2005 ke Persebaya Surabaya, Cheng Zhen merupakan mantan kiper tim Olimpiade Cina. Karirnya berlangsung singkat di Liga Indonesia, karena selepas dari Persebaya semusim, Cheng Zhen pulang kembali ke Cina.

4. Mariusz Mucharski

Bagian dari pertaruhan besar Persib Bandung. Mariusz datang sebagai bagian dari kuartet Polandia yang didatangkan untuk mendongkrak prestasi Persib pada tahun 2003. Kuartet tersebut terdiri dari pelatih Marek Andrez Sledzianowsk, Kiper Mariusz Mucharski, Gelandang Piotr Orlinski dan penyerang Maciej Dolega.

Ternyata, kuartet ini gagal mengangkat prestasi Persib, hanya kekalahan demi kekalahan yang Persib dapatkan. Sebagai bagian dari kuartet Polandia yang menjadi tumpuan harapan, Mariusz kena getahnya, padahal saat itu penampilannya bersama Piotr Orlinski cukup baik. Musim 2003/2004 merupakan musim pertama dan terakhir Mariusz.

5. Evgheni Hmaruc

Kostum hijau

Kiper Timnas Moldova ini didatangkan oleh Persija pada musim 2007/2008. Menjadi andalan Persija dalam 37 pertandingan di musim itu. Penampilannya cukup menjanjikan. Hanya saja Chmaruc tidak bertahan lama. Petualangannya di Liga Indonesia hanya satu musim saja. Kini Chmaruc bermain untuk Nistru Otaci di Liga Moldova.

6. Sinthaweechai “Kosin” Hathairattanakool

Paling kanan

Agaknya cuma ada 3 kiper asing yang sukses malang melintang di Liga Indonesia. Setelah Darryl dan Mbeng Jean, kiper timnas Thailand, Kosin adalah penerus mereka. Pandai membaca bola, penempatan posisi yang baik, dan tangguh dalam situasi one on one, Kosin langsung menjadi idola pada musim pertamanya bersama Persib Bandung musim 2006. Bahkan kaum hawa pun mengidolakannya. Bahkan Kosin menjadi pemain pilihan utama dalam poling SMS penentuan pemain skuad perang bintang 2006.

Pada musim 2009/2010, Kosin kembali bergabung bersama Persib Bandung bersama rekannya Suchao Nuntcnum. Kosin yang mengganti namanya menjadi Sinthaweechai Hathairattanakool, mampu menghadirkan kembali penampilan apiknya bersama Persib, dan menjadi bagian tak terpisahkan Persib Bandung. Namun ternyata musim ini Kosin hanya tampil sampai putaran pertama, karena statusnya hanya pinjaman dari klub Chonburi FC Thailand.

sumber

Pemain Dunia Yang Pernah Bermain di Liga Indonesia


Liga Indonesia yang telah bergulir dari tahun 1994 telah memunculkan banyak pemain. Pemain – pemain yang kemudian menjadi andalan tim nasional muncul dari sini, begitu pula arus keluar masuk pemain asing yang menarik untuk diperhatikan.

Dari begitu banyaknya pemain asing yang didatangkan ternyata ada juga pemain – pemain asing yang pernah menjadi bintang dipentas dunia. Walau ketika bermain di Indonesia mereka, bisa dibilang sudah tidak dalam top performancenya, tapi kehadiran mereka membuat Liga Indonesia semakin menarik, karena kemampuan mereka belumlah habis.

Mantan striker timnas Argentina pada piala dunia 1974, 1978, dan 1982, Mario Kempes, didatangkan Pelita Jaya pada tahun 1996 untuk memperkuat lini depan mereka.

Mantan striker Valencia dan River Plate ini masih dapat membuktikan kemampuannya selama menjadi andalan Pelita, walau saat itu telah berusia 42 tahun. Sayang dia hanya bermain selama setahun.

Sebelumnya Pelita Jaya juga mendatangkan salah satu pemain yang dikenal dunia lewat tarian uniknya saat merayakan gol yaitu Roger Milla. Pemain asal Kamerun yang juga tercatat sebagai pemain tertua yang mencetak gol di Piala Dunia 1994 pada usia 42 tahun. Dia didatangkan pada tahun 1994. Bermain selama 2 musim di Pelita Jaya, dengan catatan 23 gol ( catatan wikipedia ).

Pemain yang bermain untuk Kamerun pada piala dunia 1982, 1990 dan 1994 setelah bermain untuk Pelita Jaya kemudian bergabung bersama Pupuk Samarinda selama 1 musim ( 1996-1997 ). Walau dalam usia 42 tahun namun saya pernah melihat rekaman video pertandingan perang bintang liga Dunhill, dan striker yang pernah bermain untuk AS Monaco ini masih tajam.

Rekan Roger Milla di timnas Kamerun, Emmannuell Maboang Kessack, juga didatangkan oleh Pelita Jaya pada tahun 1997 – 1998. Pemain yang berposisi sebagai gelandang serang ini bermain untuk timnas kamerun pada piala dunia 1990 dan 1994.

Namun pemain dengan citarasa dunia yang pernah meraih sukses di Indonesia hanya ada satu. Dia adalah Pierre Djaka Njanka – Beyaka, kapten Arema Malang ini meraih gelar juara Liga Super Indonesia bersama Arema Malang musim kemarin. Didatangkan oleh Persija Jakarta pada tahun 2008, Pierre Njanka berhasil membuktikan ketangguhannya sebagai seorang pemain belakang walau usianya saat itu sudah 33 tahun.

Bek yang pernah bermain untuk RC Strasbourg ini pindah ke Arema Malang pada musim 2009/2010 dan disanalah dia berhasil ikut membawa Arema Malang meraih gelar juara ISL. Musim ini, pemain yang membela Kamerun pada piala dunia 1998 dan mencetak 1 gol saat melawan Austria, masih bergabung dengan Arema Malang.

Sampai saat ini empat pemain bercita rasa piala dunia inilah yang pernah meramaikan liga Indonesia. Menurut kabar jika deal terjadi, maka akan ada pemain lulusan piala dunia lainnya yang akan bermain di ISL. Dia adalah bek kiri Korea Utara, Ji Yun Nam, yang mencetak satu – satunya gol Korut di pentas Piala Dunia 2010. Sampai sejauh ini pemain April 25 ini masih dalam tahap negosiasi dengan Sriwijaya FC.

sumber

Minggu, 22 Mei 2011

DAFTAR JUARA LIGA BELANDA (EREDIVISIE)

DAFTAR JUARA EREDIVISE (LIGA BELANDA)

1888-1889 VV Concordia
1889-1890 HFC
1890-1891 HVV
1891-1892 RAP Amsterdam
1892-93 HFC
1893-94 RAP Amsterdam
1894-95 HFC
1895-96 HVV
1896-97 RAP Amsterdam
1897-98 RAP Amsterdam
1898-99 RAP Amsterdam
1899-00 HVV
1900-01 HVV
1901-02 HVV
1902-03 HVV
1903-04 HBS Den Haag
1904-05 HVV
1905-06 HBS Den Haag
1906-07 HVV
1907-08 Quick Den Haag
1908-09 Sparta
1909-10 HVV Quick Nijmegen
1910-11 Sparta
1911-12 Sparta
1912-13 Sparta
1913-14 HVV
1914-15 Sparta
1915-16 Willem II
1916-17 Go Ahead
1917-18 Ajax Amsterdam
1918-19 AFC Ajax Amsterdam
1919-20 Be Quick 1887
1920-21 NAC
1921-22 Go Ahead
1922-23 RCH
1923-24 Feyenoord
1924-25 HBS Den Haag
1925-26 SC Enschede (kini FC Twente)
1926-27 Heracles
1927-28 Feyenoord
1928-29 PSV Eindhoven
1929-30 Go Ahead
1930-31 AFC Ajax Amsterdam
1931-32 Ajax Amsterdam
1932-33 Go Ahead
1933-34 Ajax Amsterdam
1934-35 PSV Eindhoven
1935-36 Feyenoord
1936-37 Ajax Amsterdam
1937-38 Feyenoord
1938-39 Ajax Amsterdam
1939-40 Feyenoord
1940-41 Heracles
1941-42 ADO
1942-43 ADO
1943-44 De Volewijckers
1944-45 Tidak ada kompetisi
1945-46 Haarlem
1946-47 Ajax Amsterdam
1947-48 BVV Den Bosch
1948-49 SVV
1949-50 Limburgia
1950-51 PSV Eindhoven
1951-52 Willem II
1952-53 RCH
1953-54 FC Eindhoven

Sepakbola profesional diperkenalkan
1954-55 Willem II
1955-56 Rapid JC (kini Roda JC)

Eredivisie diperkenalkan
1956-57 Ajax Amsterdam
1957-58 D.O.S. (kini FC Utrecht)
1958-59 Sparta
1959-60 Ajax Amsterdam
1960-61 Feyenoord
1961-62 Feyenoord
1962-63 PSV Eindhoven
1963-64 D.W.S.
1964-65 Feyenoord
1965-66 Ajax Amsterdam
1966-67 Ajax Amsterdam
1967-68 Ajax Amsterdam
1968-69 Feyenoord
1969-70 Ajax Amsterdam
1970-71 Feyenoord
1971-72 Ajax Amsterdam
1972-73 Ajax Amsterdam
1973-74 Feyenoord
1974-75 PSV Eindhoven
1975-76 PSV Eindhoven
1976-77 Ajax Amsterdam
1977-78 PSV Eindhoven
1978-79 Ajax Amsterdam
1979-80 Ajax Amsterdam
1980-81 AZ '67
1981-82 Ajax Amsterdam
1982-83 Ajax Amsterdam
1983-84 Feyenoord
1984-85 Ajax Amsterdam
1985-86 PSV Eindhoven
1986-87 PSV Eindhoven
1987-88 PSV Eindhoven
1988-89 PSV Eindhoven
1989-90 Ajax Amsterdam
1990-91 PSV Eindhoven
1991-92 PSV Eindhoven
1992-93 Feyenoord
1993-94 Ajax Amsterdam
1994-95 Ajax Amsterdam
1995-96 Ajax Amsterdam
1996-97 PSV Eindhoven
1997-98 Ajax Amsterdam
1998-99 Feyenoord
1999-2000 PSV Eindhoven
2000-01 PSV Eindhoven
2001-02 Ajax Amsterdam
2002-03 PSV Eindhoven
2003-04 Ajax Amsterdam
2004-05 PSV Eindhoven
2005-06 PSV Eindhoven
2006-07 PSV Eindhoven
2007-08 PSV Eindhoven
2008-09 AZ
2009-10 Ajax Amsterdam

Jumlah Gelar Juara Liga Belanda:
30 Ajax Amsterdam
21 PSV Eindhoven
14 Feyenoord
10 HVV
6 Sparta Rotterdam
5 RAP Amsterdam
4 Go Ahead Eagles
3 HBS Den Haag, HFC, Willem II
2 ADO Den Haag, AZ Alkmaar, Heracles Almelo, RCH
1 Be Quick 1887, D.O.S. (FC Utrecht), BVV Den Bosch, D.W.S., De Volewijckers, FC Eindhoven, SC Enschede (FC Twente), Haarlem, Limburgia, NAC Breda, Quick Den Haag, Rapid JC (Roda JC), SVV, VV Concordia

Sumber

DAFTAR JUARA LIGA SPANYOL (LA LIGA)


INILAH KLUB YANG PERNAH MENJADI JAWARA DI LIGA SPANYOL (LA LIGA)

1928/29 FC Barcelona
1929/30 Athletic de Bilbao
1930/31 Athletic de Bilbao
1931/32 Real Madrid CF
1932/33 Real Madrid CF
1933/34 Athletic de Bilbao ]
1934/35 Real Betis
1935/36 Athletic de Bilbao
1936/37 Kompetisi ditiadakan karena perang
1937/38 Kompetisi ditiadakan karena perang
1938/39 Kompetisi ditiadakan karena perang
1939/40 Atlético Aviación
1940/41 Atlético Aviación
1941/42 Valencia CF
1942/43 Athletic de Bilbao
1943/44 Valencia CF
1944/45 FC Barcelona
1945/46 Sevilla FC
1946/47 Valencia CF
1947/48 FC Barcelona
1948/49 FC Barcelona
1949/50 Atlético de Madrid
1950/51 Atlético de Madrid
1951/52 FC Barcelona
1952/53 FC Barcelona
1953/54 Real Madrid CF
1954/55 Real Madrid CF
1955/56 Athletic de Bilbao
1956/57 Real Madrid CF
1957/58 Real Madrid CF
1958/59 FC Barcelona
1959/60 FC Barcelona
1960/61 Real Madrid CF
1961/62 Real Madrid CF
1962/63 Real Madrid CF
1963/64 Real Madrid CF
1964/65 Real Madrid CF
1965/66 Atlético de Madrid
1966/67 Real Madrid CF
1967/68 Real Madrid CF
1968/69 Real Madrid CF
1969/70 Atlético de Madrid
1970/71 Valencia CF
1971/72 Real Madrid CF
1972/73 Atlético de Madrid
1973/74 FC Barcelona
1974/75 Real Madrid CF
1975/76 Real Madrid CF
1976/77 Atlético de Madrid
1977/78 Real Madrid CF
1978/79 Real Madrid CF
1979/80 Real Madrid CF
1980/81 Real Sociedad
1981/82 Real Sociedad
1982/83 Athletic de Bilbao
1983/84 Athletic de Bilbao
1984/85 FC Barcelona
1985/86 Real Madrid CF
1986/87 Real Madrid CF
1987/88 Real Madrid CF
1988/89 Real Madrid CF
1989/90 Real Madrid CF
1990/91 FC Barcelona
1991/92 FC Barcelona
1992/93 FC Barcelona
1993/94 FC Barcelona
1994/95 Real Madrid CF
1995/96 Atlético de Madrid
1996/97 Real Madrid CF
1997/98 FC Barcelona
1998/99 FC Barcelona
1999/00 RC Deportivo de La Coruña
2000/01 Real Madrid CF
2001/02 Valencia CF
2002/03 Real Madrid CF
2003/04 Valencia CF
2004/05 FC Barcelona
2005/06 FC Barcelona
2006/07 Real Madrid CF
2007/08 Real Madrid CF
2008/09 FC Barcelona
2009/10 FC Barcelona

Jumlah gelar juara Liga Spanyol:
31 Real Madrid CF
20 FC Barcelona
9 Atlético de Madrid (termasuk gelar Atlético Aviación)
8 Athletic de Bilbao
6 Valencia CF
2 Real Sociedad S.S
1 Real Betis (Sevilla), Sevilla FC, RC Deportivo de La Coruña

Sumber:

DAFTAR JUARA SERIE A (LIGA ITALIA)

INILAH DAFTAR KLUB YANG PERNAH MENJUARAI LIGAITALIA

1898 Genoa 1893
1899 Genoa 1893
1900 Genoa 1893
1901 Milan AC
1902 Genoa 1893
1903 Genoa 1893
1904 Genoa 1893
1905 Juventus FC
1906 Milan AC
1907 Milan AC
1908 Pro Vercelli
1909 Pro Vercelli
1909/10 FC Internazionale
1910/11 Pro Vercelli
1911/12 Pro Vercelli
1912/13 Pro Vercelli
1913/14 Casale
1914/15 Genoa 1893
1916 Dibatalkan
1917 Dibatalkan
1918 Dibatalkan
1919/20 FC Internazionale [1]
1920/21 Pro Vercelli
1921/22 Pro Vercelli (C.C.I)
Novese (F.I.G.C)
1922/23 Genoa 1893
1923/24 Genoa 1893
1924/25 Bologna
1925/26 Juventus FC
1926/27 Titel Torino dicabut
1927/28 Torino
1928/29 Bologna

Liga Profesional

1929/30 Ambrosiana-Inter
1930/31 Juventus FC
1931/32 Juventus FC
1932/33 Juventus FC
1933/34 Juventus FC
1934/35 Juventus FC
1935/36 Bologna
1936/37 Bologna
1937/38 Ambrosiana-Inter
1938/39 Bologna
1939/40 Ambrosiana-Inter
1940/41 Bologna
1941/42 AS Roma
1942/43 Torino
1943/44 -
1944/45 -
1945/46 Torino
1946/47 Torino
1947/48 Torino
1948/49 Torino
1949/50 Juventus FC
1950/51 Milan AC
1951/52 Juventus FC
1952/53 FC Internazionale
1953/54 FC Internazionale
1954/55 Milan AC
1955/56 AC Fiorentina
1956/57 Milan AC
1957/58 Juventus FC
1958/59 Milan AC
1959/60 Juventus FC
1960/61 Juventus FC
1961/62 Milan AC
1962/63 FC Internazionale
1963/64 Bologna
1964/65 FC Internazionale
1965/66 FC Internazionale
1966/67 Juventus FC
1967/68 Milan AC
1968/69 AC Fiorentina
1969/70 Cagliari
1970/71 FC Internazionale
1971/72 Juventus FC
1972/73 Juventus FC
1973/74 SS Lazio
1974/75 Juventus FC
1975/76 Torino
1976/77 Juventus FC
1977/78 Juventus FC
1978/79 Milan AC
1979/80 FC Internazionale
1980/81 Juventus FC
1981/82 Juventus FC
1982/83 AS Roma
1983/84 Juventus FC
1984/85 Hellas Verona
1985/86 Juventus FC
1986/87 SSC Napoli
1987/88 Milan AC
1988/89 FC Internazionale
1989/90 SSC Napoli
1990/91 Sampdoria UC
1991/92 Milan AC
1992/93 Milan AC
1993/94 Milan AC
1994/95 Juventus FC
1995/96 Milan AC
1996/97 Juventus FC
1997/98 Juventus FC
1998/99 Milan AC
1999/00 SS Lazio
2000/01 AS Roma
2001/02 Juventus FC
2002/03 Juventus FC
2003/04 Milan AC
2004/05 Tidak dihadiahkan (Gelar Juventus ditarik)
2005/06 FC Internazionale ['Hibah' dari gelar Juventus]
2006/07 FC Internazionale
2007/08 FC Internazionale
2008/09 FC Internazionale
2009/10 FC Internazionale
2010/11 AC Milan

Jumlah Gelar Juara Liga Italia:
27 Juventus FC (Tidak termasuk gelar di musim 2004/05 dan 2005/06 yang dicabut)
18 FC Internazionale (termasuk gelar hibah 2005/06 title ),
18 AC Milan
9 Genoa 1893
7 Torino (Tidak termasuk gelar di musim 1926/27 yang dicabut), Bologna, Pro Vercelli
3 AS Roma
2 AC Fiorentina, SS Lazio, SSC Napoli
1 Cagliari, Casale, Novese, Sampdoria UC, Hellas Verona

Sumber

INILAH DAFTAR JUARA LIGA INGGRIS (English Premier League)


1889 Preston NE
1890 Preston NE
1891 Everton
1892 Sunderland
1893 Sunderland
1894 Aston Villa
1895 Sunderland
1896 Aston Villa
1897 Aston Villa
1898 Sheffield United
1899 Aston Villa
1900 Aston Villa
1901 Liverpool
1902 Sunderland
1903 The Wednesday
1904 The Wednesday
1905 Newcastle United
1906 Liverpool
1907 Newcastle United
1908 Manchester United
1909 Newcastle United
1910 Aston Villa
1911 Manchester United
1912 Blackburn Rovers
1913 Sunderland
1914 Blackburn Rovers
1915 Everton
-
1920 West Bromwich Albion
1921 Burnley
1922 Liverpool
1923 Liverpool
1924 Huddersfield Town
1925 Huddersfield Town
1926 Huddersfield Town
1927 Newcastle United
1928 Everton
1929 The Wednesday
1930 Sheffield Wednesday
1931 Arsenal
1932 Everton
1933 Arsenal
1934 Arsenal
1935 Arsenal
1936 Sunderland
1937 Manchester City
1938 Arsenal
1939 Everton
-
1947 Liverpool
1948 Arsenal
1949 Portsmouth
1950 Portsmouth
1951 Tottenham Hostpur
1952 Manchester United
1953 Arsenal
1954 Wolverhampton Wanderers
1955 Chelsea
1956 Manchester United
1957 Manchester United
1958 Wolverhampton Wanderers
1959 Wolverhampton Wanderers
1960 Burnley
1961 Tottenham Hotspur
1962 Ipswich Town
1963 Everton
1964 Liverpool
1965 Manchester United
1966 Liverpool
1967 Manchester United
1968 Manchester City
1969 Leeds United
1970 Everton
1971 Arsenal
1972 Derby County
1973 Liverpool
1974 Leeds United
1975 Derby County
1976 Liverpool
1977 Liverpool
1978 Nottingham Forest
1979 Liverpool
1980 Liverpool
1981 Aston Villa
1982 Liverpool
1983 Liverpool
1984 Liverpool
1985 Everton
1986 Liverpool
1987 Everton
1988 Liverpool
1989 Arsenal
1990 Liverpool
1991 Arsenal
1992 Leeds United

Liga Inggris era English Premier League:
1992/93 Manchester United
1993/94 Manchester United
1994/95 Blackburn Rovers
1995/96 Manchester United
1996/97 Manchester United
1997/98 Arsenal
1998/99 Manchester United
1999/00 Manchester United
2000/01 Manchester United
2001/02 Arsenal
2002/03 Manchester United
2003/04 Arsenal
2004/05 Chelsea
2005/06 Chelsea
2006/07 Manchester United
2007/08 Manchester United
2008/09 Manchester United
2009/10 Chelsea
2010/11 Manchester United

Jumlah Gelar Juara Liga Inggris:
19 Manchester United
18 Liverpool
13 Arsenal
9 Everton
7 Aston Villa
6 Sunderland
4 Newcastle United, The Wednesday/Sheffield Wednesday, Chelsea
3 Huddersfield Town, Wolverhampton Wanderers, Leeds United, Blackburn Rovers
2 Preston North End, Portsmouth, Burnley, Tottenham Hotspur, Manchester City, Derby County
1 Sheffield United, West Bromwich Albion, Ipswich Town, Nottingham Forest

30 Mei, Penentuan Nasib Sepakbola Indonesia


Nasib sepakbola Indonesia akan lewat rapat exco FIFA pada 30 Mei 2011. Saat ini, Komite Normalisasi sedang menyusun laporan mengenai Kongres yang berakhir tanpa keputusan tersebut.

Pernyataan ini disampaikan Agum kepada wartawan, Sabtu, 21 Mei 2011. Menurut Agum, Komite Normalisasi juga sedang berupaya agar FIFA selaku otoritas sepakbola dunia tidak sampai menjatuhkan sanksi bagi Indonesia.

"Saya belum bisa memastikan apakah akan ada Kongres lanjutan. Kami akan menyusun laporan lengkap untuk diserahkan kepada FIFA. Selanjutnya FIFA akan menggelar rapat exco pada 30 Mei 2011," kata Agum.

"Kelanjutannya akan diputuskan pada sidang itu. Saya berharap pada Thierry (Regenass) dan Van Hatum (Wakil FIFA yang hadir pada Kongres PSSI). Saya minta kepada mereka agar FIFA tidak menjatuhkan sanksi," beber Agum.

Hujan interupsi mewarnai jalannya Kongres PSSI, Jumat, 20 Mei 2011. Peserta yang menjadi bagian kelompok 78 silih berganti melontarkan keinginan mereka agar George dan Arifin bisa dimasukkan dalam daftar calon ketua umum. Mereka bahkan menganggap keputusan FIFA melarang keduanya sebagai kesalahan.

Suasana Kongres semakin panas, karena Agum tak ingin menuruti keinginan Kelompok 78. Melihat kondisi yang semakin tidak kondusif, Agum akhirnya memutuskan untuk mengetuk palu untuk membubarkan Kongres PSSI yang digelar di Hotel Sultan itu.

Agum menambahkan dua wakil FIFA Thierry Regenass dan Van Hatum mengaku sangat kecewa dengan sikap peserta Kongres PSSI. Menurut Agum, keduanya tidak terima saat kelompok 78 mulai mempermalukan FIFA, menghujat organisasi, dan Regenass selaku perwakilan FIFA di Kongres PSSI.

"Dari apa yang mereka sampaikan, mudah-mudahan tidak ada sanksi bagi Indonesia. Semuanya berpulang pada 30 Mei nanti," pungkas Agum.|vivanews|

Tindakan Kubu 78 Dinilai Lebih Memalukan Dibanding Kubu Nurdin


Anggota Komite Normalisasi Hadi Rudyatmo menilai kelompok 78 pendukung George Toisutta dan Arifin Panigoro telah mempermalukan bangsa dan negara di hadapan masyarakat sepak bola dunia. Menurutnya, tindakan kelompok 78 dalam Kongres PSSI kemarin jauh lebih memalukan dibanding gerakan pendukung Nurdin Halid, beberapa waktu lalu.

“Komite Normalisasi tidak sanggup menormalkan mereka,” kata Rudy, demikian panggilan akrabnya saat ditemui di kediamannya, Sabtu, 21 Mei 2011. Dia menyebut jika kelompok itu tidak memiliki itikad baik serta etika dalam persidangan. Sebab, kelompok tersebut terlalu memaksakan kehendak dan tidak bisa menghormati pimpinan sidang.

Dibandingkan dengan kelompok Nurdin Halid, Rudy menilai jika kelompok 78 lebih memalukan. Sebab, bagaimana pun Nurdin Halid pernah terpilih menjadi ketua PSSI melalui sebuah kongres. “Sedangkan yang diperjuangkan kelompok 78 itu tidak jelas,” kata Rudy dengan nada tinggi.

Rudy menyatakan dukungannya kepada Agum Gumelar yang memilih untuk menghentikan sidang. Sebab, suasana sidang sudah tidak kondusif lantaran adanya beberapa pihak yang memaksakan kehendaknya. Dia berharap kelompok 78 mau bertanggung jawab jika PSSI terkena sanksi dari FIFA. “Dan saya akan jadi orang pertama yang membawa mereka ke jalur hukum,” kata Rudy.

Kebuntuan dalam Kongres PSSI di Hotel Sultan Jakarta itu menyebabkan Rudy memilih mundur dari Komite Normalisasi. Namun, hingga saat ini, dia masih menunggu tanggapan dari FIFA atas keputusannya untuk mundur. “Keputusan saya ini didukung oleh banyak orang,” kata Rudy. Dia mengaku telah mendapatkan 12 ribu pesan pendek yang intinya mendukung sikapnya dalam Kongres PSSI.|tempointeraktif|

'Kelompok 78 Biang Kegagalan Kongres PSSI'


Mantan Anggota Komite Normalisasi, FX Hadi Rudyatmo menuding Kelompok 78 sebagai biang keladi kegagalan Kongres PSSI, Jumat, 20 Mei 2011. Karena itu, pendukung George Toisutta dan Arifin Panigoro itu harus bertanggung jawab bila FIFA menjatuhkan sanksi kepada Indonesia.

Kongres yang digelar di Hotel Sultan, Jakarta, Jumat lalu berakhir deadlock. Tak ada Kongres lanjutan yang digelar hingga batas waktu yang diberikan FIFA, yakni Sabtu 21 Mei terlewati. Kini, Indonesia tinggal menunggu vonis dari FIFA.

Rudyatmo mengatakan, kelompok 78 seharusnya menyadari hal ini. Sebab menurutnya, ancaman FIFA dalam menjatuhkan sanksi tidak main-main.

"Jangan mengada-ada bahwa FIFA itu hanya menakut-nakuti saja. Kalau nanti terjadi betul FIFA memberikan sanksi, siapa yang bertanggung jawab?. Kelompok 78 yang harus bertanggung jawab,” kata Rudyatmo, Sabtu, 21 Mei 2011.

Rudyatmo menjelaskan, kisruh yang terjadi pada Kongres PSSI Jumat lalu, bukan karena kepemimpinan Agum Gumelar. Sebalinya, situasi kisruh menurut wakil walikota Solo itu disebabkan oleh sikap ngotot Kelompok 78.

Menurut Rudy, kelompok 78 ingin memaksakan voting terhadap persoalan banding yang tidak ada dalam kongres. "Yang menyebabkan kekisruhan bukan Pak Agum Gumelar, tapi Kelompok 78. Voting terhadap persoalan banding kan tidak ada dalam Kongres," kata Rudyatmo kesal.

"Yang membuat saya marah betul, kecewa, dan sakit hati adalah ketika Pak Agum Gumelar diperlakukan seperti itu. Rakyat juga marah dengan sikap kelompok itu. Kelompok 78 harus bertanggung jawab kepada rakyat."

Rudiyatmo sendiri memilih mundur dari keanggotaan Komite Normalisasi sesaat sebelum Kongres dihentikan oleh Agum. Kepada wartawan, Rudyatmo mengaku keputusan itu diambil karena menilai Kongres sudah berjalan tidak sehat.|vivanews|

Inilah Alasan Kelompok 78 Ngotot Bela George Toisutta - Arifin Panigoro


Kongres PSSI yang digelar di Golden Ballroom Hotel Sultan berakhir buntu. Namun Kelompok 78 tetap kekeuh menuntut agar George Toisutta dan Arifin Panigoro dimasukkan sebagai kandidat Ketua dan Wakil Ketua Umum PSSI periode 2011-2015.

Salah satu anggota Kelompok 78 Syachrial Damopolii memberi alasan kenapa mereka ngotot mencalonkan keduanya. Kepada wartawan di Hotel Sahid, Jakarta, Sabtu (21/5/2011), Syachrial memberikan alasannya panjang lebar.

"Alasan kami mendukung Pak George dan Pak Arifin sebagai calon Ketua dan Wakil Ketua, karena kami meyakini keduanya mampu membawa perubahan sepakbola kedepan. Kita masih ingat akhir tahun kemarin sampai Januari 2011," ujar Syahcrial.

Selain itu, di tengah kisruh sepakbola Indonesia karena orde Nurdin Halid Cs, banyak tokoh sepakbola tanah air bersembunyi dan tidak mau turun tangan. Hanya keduanya yang mau, dan belakangan ketika akan ada kongres susulan setelah kegagalan di Pekanbaru, banyak yang turun.

Ia mengklaim, bentuk perhatian George dan Arifin sudah nampak dalam Kongres Sepakbola Nasional di Malang, yang ketika itu disaksikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membuka. Apalagi, keduanya memiliki
visi untuk kemajuan sepakbola Indonesia.

Hal lainnya, adalah surat Sekretaris Jenderal Nugroho Besoes kepada Sekjen FIFA Jerome Valcke, yang menyebutkan ingin mengulang Kongres PSSI pascakongres Pekanbaru sesuai dengan Statuta FIFA, secara
transparan dan demokratis selama 18 hari.

Surat yang belakangan diketahui dikirim Besoes pada 28 Februari 2011 itu, tidak menyebutkan ada larangan George dan Arifin mencalonkan diri. Karena dalam surat itu juga, Besoes membatalkan semua kandidat
calon Ketua dan Wakil Ketua Umum, dan anggota Komite Eksekutif PSSI.

"Jadi dalam surat ini tidak ada pelarangan-pelarangan. Jadi apa yang dijelaskan Thierry Regennas semalam (di Kongres PSSI), itu
menyimpang," imbuh Syachrial.

Semalam, Reginnas yang tampil sebagai peninjau menilai George dan Arifin illegible untuk masuk sebagai calon Ketua dan Wakil Ketua PSSI.|tribunnews|

Senin, 16 Mei 2011

Raja Nainggolan, Pemain Berdarah Indonesia Diincar AS Roma

Ada yang membuat para penggemar sepakbola Indonesia ikut senang saat AC Milan melawan

Cagliari, Minggu dinihari WIB. Yakni, tampilnya pemain berdarah Indonesia, Raja Nainggolan.

Memang, Cagliari saat itu kalah telak 1-4 atas Milan, tapi Nainggolan tampil cukup memukau selama 90 menit pertandingan. Bahkan, belakangan tersiar kabar, pemain berdarah Batak ini jadi salah satu incaran klub AS Roma.

Pemain berusia 22 tahun ini lahir dari ayah Batak dan ibu Belgia. Ia sudah jadi pemain langganan Timnas Belgia U-21. Bahkan sekali tampil di Timnas Belgia senior di Piala Kirin melawan Cile tahun lalu.

"Aku ke sini untuk mengembangkan permainanku. Aku bisa bermain di segala posisi di tengah. Mereka bilang aku kuat secara fisik meski tidak tinggi," kata Nainggolan saat bergabung awal musim ini di klub Cagliari.

Sebenarnya awal musim ini sebelum jadi pemain pinjaman Cagliari, Nainggolan sudah dilirik klub AS Roma dan Fiorentina. Namun, Cagliari lebih dulu mengikatnya.

Kini, permainannya Nainggolan yang tinggi 175 cm, semakin memikat. Sebagai gelandang serang ia sudah menyumbangkan dua gol untuk Cagliari di musim ini dari 15 kali pertandingan.

Bukan tak mungkin AS Roma atau Fiorentina jadi merekrut pemain muda satu ini. Paling tidak, dari kubu Cagliari sudah terdengar kabar bahwa ia bakal dikontrak untuk jangka waktu empat tahun.

Naiggolan merupakan salah satu contoh bahwa pemain bedarah Indonesia mampu bersaing di level sepakboa tinggi seperti Seri A Liga Italia. Bukan tak mungkin pemain dari Indonesia akan mengikutinya.


sumber


Minggu, 15 Mei 2011

FIFA Dinilai Memprovokasi dan Mengobok-Obok Indonesia


Langkah Komite Normalisasi pimpinan Agum Gumelar yang menganulir putusan Komite Banding soal lolosnya nama George Toisutta, dan Arifin Panigoro, dinilai terlalu berat sebelah pada FIFA dan bertentangan dengan semangat rekonsiliasi yang mereka usung sebelumnya.

FIFA kemudian menjadi tameng bagi Komite Normalisasi dalam bersikap cuek dan masa bodoh terhadap banyaknya kritikan dan teguran yang mencoba mengingatkan jika langkah mereka bertentangan dengan semangat rekonsiliasi memperbaiki PSSI, bahkan juga bertentangan dengan Statuta FIFA itu sendiri.

Itu sebebnya, kubu pendukung George Toisutta-Ariffin Panigoro yang tidak bisa menggoyang sikap dan keberadaan Agum Gumelar, kini mulai melancarkan serangan protes dan gugatan kepada FIFA langsung. Dengan menyewa pengacara, mereka membawa kasus PSSI tersebut kepada lembaga peradilan dunia olahraga, Court of Arbitration for Sport (CAS).

Menurut Duta Besar Indonesia untuk Swiss, Djoko Susilo, tindakan yang dilakukan kubu George Toisutta-Arifin Panigoro tersebut sudah tepat. Pasalnya, FIFA dinilai sudah terlalu jauh mencampuri urusan PSSI, yang disinyalir sebagai tindakan provokasi untuk memancing keluarnya sanksi FIFA.

"Tindakan FIFA sebenarnya bisa dikategorikan sebagai provokasi dan mengobok–obok dunia sepak bola Indonesia. Tujuannya jelas. Jika para tokoh bisa terprovoklasi, FIFA punya alasan menjatuhkan sanksi atas Indonesia," ujar Djoko Susilo.

Dubes Indonesia untuk Swiss tersebut meminta semua pihak, termasuk kubu George Toisutta-Arifin Panigoro untuk tidak membuat pergerakan yang memancing reaksi. Semua pihak, menurut Djoko harusnya mematuhi proses hukum yang akan segera berlangsung di Lausanne, Swiss.

"Seharusnya mereka tidak terpancing melakukan berbagai tindakan yang merugikan. Diplomasi pun harus ditingkatkan agar semua berjalan lancar dan berlangsung mulus. Konfrontasi hanya akan merugikan kepentingan nasional," ujar Djoko Susilo.

sumber :

Minggu, 08 Mei 2011

HANIF SJAHBANDI DI TEST KLUB LIGA PRIMER INGGRIS

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiNY-ooEnwizXeS2mFWFkj3SiznIzgs1MgeLKmoFvrfiQbhbzuXP5JAgw6YZrDDVL4ghJV_K4_IfyLOnHOgLF0YvabDYgfoYBrQnQwWaN2DzywxjSpDsaZrTuXBbRiLL-hQ1unfvIhO5MAA/s1600/hanif.jpg
Kamis silam pemain muda Indonesia Football Academy (IFA), Hanif Sjahbandi, berangkat ke Inggris untuk memulai persiapan menjalani uji coba (trial) di klub Liga Primer Inggris, Stoke City.

Trial Hanif merupakan kerja sama yang dijalin pelatih kepala IFA Kevin Kent dengan Stoke melalui kontak yang dimiliki pria asal Inggris itu di akademi klub wilayah Staffordshire itu.

Kent mengenal Hanif ketika masih bekerja di Manchester United tahun lalu. Saat itu, Hanif berlatih di akademi United sebagai bagian dari program kompetisi Soccer School mereka.

Kent mengakui, pemain berbakat seperti Hanif lah yang menjadi alasan pendorongnya berangkat ke Indonesia guna mengembangkan bakat-bakat potensial yang dimiliki negara ini.

"Hanif punya potensi bagus, dia punya kemampuan teknik yang baik, serta kemampuan fisik dan taktik yang memadai. Tapi jalannya masih panjang dan dia masih harus banyak belajar," ujar Kent.

"Dia salah satu pemain muda terbaik yang saya temukan dengan tahun kelahiran (setelah) 1996 dan tinggi 180 cm. Indonesia negara yang besar dan mungkin saja masih banyak Hanif lain di luar sana. Saya harap akan ada sepuluh lagi pemain seperti Hanif!"

Rencana keberangkatan Hanif ke Stoke sengaja disimpan rapat-rapat karena pemain kelahiran 7 April 14 tahun lalu itu harus menjalani Ujian Akhir Nasional SMP pekan ini.

Di Stoke, Hanif akan menjalani uji coba selama dua pekan hingga kembali pada 13 Mei untuk bermain bersama IFA di Manchester United Premier Cup. Kemampuan Hanif akan diuji oleh pelatih tim taruna, Aide Penock, serta pelatih tim U-15, Steve Nicol.

"Saya yakin Hanif punya peluang yang bagus, asalkan dia tidak mengalami cedera. Tapi siapa tahu pula dia berhasil? Dia punya kesempatan yang harus diwujudkan. Hanya satu anak Indonesia yang pernah menjalani trial di klub Liga Primer dan Hanif akan menjadi yang kedua," sambung Kent.

Stoke merupakan satu dari 40 akademi yang tersebar di setiap penjuru Britania Raya. Akademi Stoke berada di divisi wilayah barat laut bersama Manchester United, Manchester City, Liverpool, Everton, Aston Villa, Wolverhampton Wanderers, Bolton Wanderers, Birmingham City, dan West Bromwich Albion.

Kent mengingatkan, meski nama Stoke cenderung tidak "terdengar" oleh penggemar sepakbola Indonesia, tetapi akademi mereka memiliki reputasi tinggi.

Lagipula klub-klub top Liga Primer saat ini lebih banyak membeli pemain jadi ketimbang membina pemain sejak usia dini. Kent mencontohkan beberapa nama pemain timnas Inggris, seperti Rio Ferdinand yang dididik oleh West Ham United, Wayne Rooney (Everton), Joe Cole (West Ham), Frank Lampard (West Ham), Ashley Young (Watford), Darren Bent (Charlton Athletic), Jermain Defoe (Bournemouth), atau Glen Johnson (Middlesbrough).
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiqPTdLFkF5JSg20UkV-ibWjJjvtmNpcxUTaK7HTNatL_Kqv-MaP2Fy6w9PtaileeG2KwPcbFYrtMZyoH5J7jEWa5R7vJwzbkeKcUrX2AY1_cl7xMgiARcDQwCRnpOaEjUwoSCv_E2Je1Ys/s1600/hanif+sjahbandi.jpg
"Buat Hanif, percaya diri lah dan tetap bersikap positif untuk segala yang dilakukan. Jangan khawatir membuat kesalahan. Cetak banyak gol!" kata Kent memberi pesan kepada Hanif.

Setelah program pengiriman tiga pemain muda ke Leicester City beberapa waktu lalu, IFA mendapatkan banyak permintaan dari anak-anak muda berbakat Indonesia, bahkan Malaysia, yang ingin menjalani trial di klub-klub Eropa. (goal)

Selasa, 03 Mei 2011

Hasil Piala AFC: PERSIPURA KALAHKAN SOUTH CHINA 4-2


Persipura Jayapura berhasil mendapatkan poin sempurna dalam laga lanjutan Piala AFC setelah membungkam tamunya, South China dengan skor 4-2 di stadion Mandala, Jayapura.

Pada awal-awal babak pertama kedua tim bermain seimbang, pertandingan berjalan alot di lini tengah kedua tim. Baru pada menit ke-20 terdapat peluang emas yang didapat oleh Mateja Kezman, tinggal berhadapan dengan Yoo Jae Hoon, tendangan Kezman masih melenceng tipis di sisi kanan gawang Persipura.

Persipura berhasil membuka keunggulan terlebih dahulu melalui gol yang dicetak oleh Zah Rahan Krangar di menit ke-22 melalui tendangan dari dalam kotak penalti. Gol tersebut berawal dari kombinasi cantik antara Zah Rahan dengan Boas Salossa.

South China berhasil mencetak gol penyama kedudukan di menit ke-35 memanfaatkan kesalahan yang dilakukan oleh bek Persipura. Xu Deshuai tidak menyiakan peluang tersebut dengan melepas tendangan keras yang tidak mampu diantisipasi kiper Persipura.

Menjelang berakhirnya babak pertama, Boas kembali membuat Persipura unggul 2-1 melalui sontekannya di menit ke-43. Gol tersebut lagi-lagi berawal dari kombinasi yang dilakukan oleh Boas dan Zah Rahan.

Pada babak kedua, Persipura langsung menekan dan mengurung pertahanan South China di sepuluh menit pertama babak kedua berjalan. Tetapi gol Persipura baru datang di menit ke-60, melalui eksekusi tendangan penalti Boas. Hadiah penalti diberikan wasit setelah aksi individu Boas memaksa bek South China melakukan handsball di kotak penalti.

Pada menit ke-77 persipura kembali memperlebar kedudukan melalui gol cantik yang dilesakkan oleh Gerard Pangkali. Pangkali melepaskan tembakan dari sisi kanan daerah South China yang tidak dapat diantisipasi oleh kiper South China dan merubah kedudukan menjadi 4-1. Tetapi delapan menit kemudian South China berhasil memperkecil kedudukan melalui tandukan Ng Wai Chiu memanfaatkan tendangan sudut rekannya.

Dengan kemenangan ini, Persipura berhasil menguasai puncak klasemen menggeser Chonburi yang baru akan bertanding nanti malam menghadapi East Bengal.(goal.com)

Minggu, 10 April 2011

11 Mitos Salah Tentang Olahraga




1. Anda telah berolahraga dengan maksimal bila sudah merasa sakit.
Salah. Anda tak perlu sampai sakit ketika berolahraga. Merasa sakit pada saat melakukan gerakan baru memang wajar-wajar saja. Tapi sakit dengan merasa sakit berbeda, lo. Agar program olahraga Anda berhasil, Anda tak perlu memaksa otot-otot sampai sakit. Bila itu terjadi, Anda justru harus berhenti.

2. Aerobik adalah olahraga yang terbaik.
Salah. Program latihan yang baik adalah yang seimbang, sehingga Anda perlu juga melatis keluwesan tubuh dan juga stretching.

3. Tubuh Anda akan tampak berotot bila melakukan latihan penguatan otot.
Salah. Anda tak perlu khawatir. Wanita pada umumnya tidak memiliki hormon testosteron yang cukup yang menyebabkan otot terbentuk seperti yang terjadi pada kaum pria.

4. Anda harus melakukan olahraga berat agar program latihan Anda berhasil.
Salah. Anda tidak perlu memaksa diri agar mendapatkan manfaat berolahraga. Anda justru terancam overtrained jika terlalu bernapsu berolahraga. Latihan dengan intensitas sedang, misalnya jalan kaki 5 km per jam dengan menggunakan treadmill, sudah membuat tubuh Anda lebih bugar.

5. Satu-satunya cara untuk sehat adalah berolahraga di pusat kebugaran.
Tidak selalu. Gerakan apa pun baik. Untuk sehat, Anda dapat melakukan dansa, bersepeda, jalan cepat, atau mengangkat beban yang tidak terlalu berat sambil menonton televisi.

6. Latihan abdominal dapat mengecilkan perut.
Salah. Latihan abdominal seperti sit-up penting untuk menguatkan otot-otot perut dan memperbaiki bentuk. Otot adalah otot dan lemak adalah lemak. Seberapa banyak sit-up yang telah dilakukan tidak berarti otot perut dapat berkurang. Untuk mengurangi lemak, Anda juga tetap harus memperhatikan pola makan dan mengurangi kalori.

7. Latihan aerobik dapat membantu mengurangi berat badan secara permanen dan dapat mempercepat metabolisme.
Tidak seluruhnya benar. Metabolisme memang menjadi lebih cepat dan bertambah selagi berolahraga, tetapi hanya untuk waktu yang pendek. Tetapi bila Anda menambah beban ketika beraerobik, latihan itu akan membakar kalori pada otot yang berarti memberikan manfaat pada metabolisme untuk jangka waktu yang agak panjang.

8. Olahraga selalu membuat lapar.
Salah. Olahraga yang intens memang menambah selera makan. Olahraga juga dapat membantu Anda mengontrol selera makan, hingga Anda menjadi lebih peka dengan apa yang dirasakan oleh tubuh. Dengan begitu, Anda akan bisa memberikan tubuh hanya apa yang dibutuhkannya.

9. Anda dapat makan apapun yang diinginkan asal cukup berolahraga.
Tidak betul. Bila tubuh Anda lebih banyak menerima kalori daripada apa yang sudah dibakar, berat badan akan bertambah. Aturan kebugaran yang baik termasuk keseimbangan yang peka antara cukup berolah raga dan pola makan yang benar.

10. Berolahraga membuat Anda tidak tidur semalaman.
Salah. Bila Anda berolahraga pada malam hari, hal itu memang betul. Tapi bila Anda berolahraga pada jam-jam yang normal, maka Anda akan tidur lebih nyenyak dan membuat Anda lebih segar dalam menjalani kegiatan keseharian.

sumber:http://sourceflame.blogspot.com/2010/12/11-mitos-salah-tentang-olahraga.html



11. Dengan menambahkan beban di tangan dan pergelangan kaki pada saat melakukan jogging, Anda dapat melakukan latihan penguatan otot dan aerobik pada saat yang bersamaan.
Salah. Lakukan kedua latihan tadi pada saat yang berbeda. Paling tidak, lakukan aerobik terlebih dahulu baru kemudian jogging. Jangan digabung. Bila melakukannya pada saat yang bersamaan, dapat menekan jaringan-jaringan otot dan menimbulkan masalah pada otot serta persendian.

Kamis, 07 April 2011

LPI Tak Jua Jelas? FIFA Bekukan Keanggotaan Indonesia Per 1 Juni


Nasib Liga Primer Indonesi hanya menunggu hitungan hari. Komite Normalisasi PSSI yang diberi mandat FIFA untuk secepatnya menyelesaikan kisruh PSSI akan memanggil liga yang disebut PSSI era Nurdin Halid ilegal tersebut pekan depan.

Menurut Ketua Komite Normalisasi PSSI, Agum Gumelar, persoalan LPI mau tidak mau harus segera ditangani dan dicarikan solusinya. FIFA sendiri hanya menawarkan dua opsi kepada PSSI, dalam hal ini Komite Normalisasi. Yakni menarik masuk ke dalam PSSI agar tidak lagi dianggap liar, atau menghentikan laju LPI sebagai liga.

Tentu saja, Komite Normalisasi tidak akan gegabah mengambil keputusan. Karenanya, pihak Agum Gumelar akan memanggil LPI, dan membicarakan dari hati ke hati untuk menentukan apa langkah terbaik bagi semuanya. Agum tidak ingin, kedepan ada pihak yang merasa tersakiti, maupun merasa didzolimi.

Pemanggilan LPI olah Komite Normalisasi tersebut rencananya dijadwalkan pada Selasa (12/4/2011) atau Rabu (13/4/2011) pekan depan. Jika persoalan LPI ini tidak kunjung terselesaikan, maka FIFA sudah dapat memastikan membekukan Indonesia dari keanggotaannya per 1 Juni 2011 mendatang.

"Saya tidak mau berandai-andai solusi apa yang paling tepat. Yang jelas kami berharap dalam agenda dengar pendapat nanti bisa dicapai titik temu untuk solusi terbaik yang akan dihasilkan," ujar Agum di kantor PSSI kemarin.|tribunnews.com|

Minggu, 03 April 2011

Hasil GP SPANYOL, JORGE LORENZO JUARA DI JEREZ


Pembalap tuan rumah Jorge Lorenzo memenangi balapan penuh drama di Sirkuit Jerez, Spanyol, Minggu (3/4/11), yang diwarnai insiden tujuh kecelakaan. Di hadapan pendukungnya, pebalap Yamaha tersebut mengalahkan Dani Pedrosa (Repsol Honda) dan Nicky Hayden (Ducati), yang berturut-turut finis di belakangnya. Dengan hasil tersebut, Lorenzo kini memimpin klasemen sementara dengan nilai 45, disusul Pedrosa dengan poin 36 dan Stoner (25).

Sementara itu, nasib sial menimpa sejumlah pebalap, termasuk Casey Stoner dan Valentino Rossi. Ketika sedang bertarung untuk memperebutkan posisi dua, mereka terlibat kecelakaan pada lap keenam, membuat Stoner jatuh dan gagal melanjutkan lomba.

Namun, Rossi yang start dari posisi 12 berhasil menyelesaikan lomba. Sempat ditindih motornya, "The Doctor" bangun untuk berjuang lagi dari bawah. Pelan tapi pasti dia mulai menyodok ke depan dan berhasil finis di urutan lima.

Jalannya lomba

Saat lampu merah padam tanda balapan dimulai, Casey Stoner langsung mengambilalih jalannya lomba. Di belakangnya ada pebalap Yamaha, Jorge Lorenzo, yang terus menempel. Sementara itu, Marco Simoncelli yang start dari urutan enam juga membuat lompatan yang bagus karena bisa merebut posisi tiga. Rossi pun tak mau ketinggalan. Start dari posisi 12, pebalap Ducati tersebut menyodok ke barisan depan.

Berbanding terbalik dengan rekan Stoner, Dani Pedrosa justru melorot. Pebalap Spanyol ini melakukan start kurang bagus, sehingga turun ke urutan empat dari posisi kedua saat start.

Lap kedua, Rossi mulai menyodok ke depan dengan melewati Andrea Dovizioso. "The Doctor" terus membesut Desmosedici GP11 miliknya dengan kencang, sehingga pada lap ketiga dia berhasil membuat fastest lap, sehingga menempati urutan empat. Secara perlahan dia berusaha mengejar tiga pebalap terdepan, Stoner-Lorenzo-Simoncelli, yang bersaing ketat.

Pada lap keempat, terjadi perubahan posisi di sektor depan. Simoncelli berhasil melakuan manuver saat menikung ke kanan, di mana dia mengambil dari sisi dalam sehingga melewati Lorenzo. Tak berhenti di situ. Pebalap berambut jabrik ini kembali melakukan aksi salib untuk melewati Stoner dan mengambilalih jalannya lomba saat lap keempat.

Persaingan di sektor depan semakin seru setelah Rossi kian merapat. Juara dunia tujuh kali MotoGP ini tak perlu waktu yang lama untuk memperbaiki posisinya karena di lap kelima dia berhasil melewati Lorenzo, dan mulai memberikan ancaman kepada Stoner.

Namun aksi gemilang Rossi tak berlangsung mulus karena pada lap keenam dia harus menerima kenyataan pahit. Ketika akan menyalib Stoner saat menikung ke kanan, motornya tergelincir. Akibatnya dia jatuh, begitu juga dengan Stoner, yang tak bisa menghindari kejadian tersebut. Setelah mendapat pertolongan, Rossi yang sempat tertindih motornya bisa bangun dan melanjutkan lomba, sedangkan Stoner langsung meninggalkan arena.

Jatuhnya Rossi membuat Simoncelli semakin nyaman di depan karena unggul cukup jauh atas Lorenzo dan Nicky Hayden, yang berturut-turut di urutan 2-3. Sedangkan di barisan kedua, ada Pedrosa dan Ben Spies, yang bertarung ketat untuk memperebutkan posisi empat. Pedrosa akhirnya melewati Spies di lap kedelapan. Hanya berselang satu lap, Pedrosa menyodok lagi ke posisi tiga, ketika berhasil melewati Hayden.

Bencana kembali terjadi pada lap ke-10. Kali ini menimpa Simoncelli, yang sebenarnya tak mendapat tekanan dari siapapun lantaran dia sendirian berada di depan. Licinnya trek akibat hujan, membuat pebalap Italia ini tergelincir, dan gagal melanjutkan balapan karena motornya mengalami kerusakan.

Ini memberikan keuntungan yang sangat besar kepada Lorenzo, yang tak perlu berjuang keras untuk menjadi nomor satu. Apalagi, dia unggul lebih dari dua detik atas Pedrosa, yang tetap menunjukkan kegigihannya untuk mengejar. Padahal sebelum adanya rangkaian bencana kecelakaan tersebut, Lorenzo mendapat tekanan dari sejumlah rivalnya (dari Stoner dan Rossi, serta Simoncelli).

Sampai dengan separuh jalannya balapan, Lorenzo masih tetap berada di posisi terdepan. Meskipun demikian, Pedrosa secara perlahan memangkas jarak, karena selisih waktunya pada lap ke-13 sudah tinggal lebih dari satu detik, membuat pertarungan sesama pebalap Spanyol ini kian seru. Sedangkan di posisi tiga, Spies menyodok lagi karena berhasil melewati Hayden, rekan setim Rossi.

Namun, perjuangan Pedrosa untuk mendekati Lorenzo tak bertahan lama. Pada lap ke-16, Lorenzo semakin jauh lagi dan tampaknya mulai nyaman dengan posisinya tersebut karena Pedrosa, yang mengalami masalah pada lengan, sudah tertinggal dengan gap lebih dari lima detik. Malah, Pedrosa mendapat ancaman dari Spies.

Di barisan belakang, Rossi terus berjuang untuk memperbaiki posisinya. Usaha pebalap berusia 32 tahun ini membuahkan hasil yang cukup bagus, karena pada lap 20 dia menyodok ke posisi tujuh.

Kembali ke persaingan Pedrosa dan Spies. Pada lap ke -21 mereka berduel sengit karena pautan waktunya tak lebih dari satu detik. Tekanan yang terus diberikan mantan juara dunia Superbike itu membuahkan hasil positif karena pada lap ke-22, dia berhasil menyalib Pedrosa di lintasan lurus selepas tikungan ke kanan.

Jadilah, Yamaha menguasai balapan di Jerez dengan Lorenzo di posisi terdepan, disusul Spies.

Rupanya, Jerez menjadi kuburan bagi sejumlah pebalap yang berpeluang naik podium karena pada lap ke-23, giliran Spies yang jatuh. Padahal, pebalap asal Texas ini baru saja berusaha keras melewati Pedrosa. Ini memberikan keuntungan kepada Pedrosa yang secara otomatis menjadi runner-up, begitu juga sejumlah pebalap di belakangnya, termasuk Rossi yang naik ke posisi enam.

Memasuki lap terakhir, keuntungan kembali menghampiri para pebalap yang sebelumnya berada di belakang Colin Edwards, yang mengalami kendala pada motornya. Padahal, pebalap Yamaha Tech 3 tersebut sudah berada di urutan tiga. Dengan demikian, Hayden naik podium nomor tiga, dan Rossi finis di urutan lima.
Hasil GP SPANYOL
Pos Rider Team/Bike Time/Gap
1. Jorge Lorenzo Yamaha 50m49.046s
2. Dani Pedrosa Honda + 19.339s
3. Nicky Hayden Ducati + 29.085s
4. Hiroshi Aoyama Gresini Honda + 29.551s
5. Valentino Rossi Ducati + 1m02.227s
6. Hector Barbera Aspar Ducati + 1m08.440s
7. Karel Abraham Cardion Ducati + 1m14.120s
8. Cal Crutchlow Tech 3 Yamaha + 1m19.110s
9. Toni Elias LCR Honda + 1m42.906s
10. John Hopkins Suzuki + 1m48.395s
11. Loris Capirossi Pramac Ducati + 1m51.876s
KLASEMEN SEMENTARA
1. Jorge Lorenzo 45
2. Dani Pedrosa 36
3. Casey Stoner 25
4. Nicky Hayden 23
5. Valentino Rossi 20
6. Hiroshi Aoyama 19
7. Andrea Dovizioso 17
8. Hector Barbera 14
9. Cal Crutchlow 13
10. Karel Abraham 12
11. Marco Simoncelli 11
12. Ben Spies 10
13. Colin Edwards 8
14. Toni Elias 7
15. John Hopkins 6
16. Loris Capirossi 5

|tribunnews|

Senin, 28 Maret 2011

Inilah Keputusan Lengkap Pemerintah Tak Akui Nurdin Halid


Pemerintah menyatakan secara resmi tidak lagi mengakui kepengurusan PSSI dibawah kepemimpinan Nurdin Halid.Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga juga menghentikan pengucuran dana APBN kepada PSSI dibawah kepengurusan Nurdin Halid.


Keputusan dibacakan Menpora Andi Malarangeng saat di kantor Kemenpora, Jakarta, Senin (28/3/2011) usai menerima laporan Ketua KONI/KOI Rita Wibowo.

Berikut keputusan lengkap pemerintah yang tidak mengakui Nurdin Halid

Salam Olahraga,

1. Bahwa press conference ini diadakan dalam rangka menyikapi perkembangan terakhir kongres PSSI.

2. Bahwa dalam hal ini Saya selaku Menpora bersama Ketua Umum KONI/KOI dan jajarannya telah bertemu dan mendiskusikan perkembangan terakhir ini.

3. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional (UU-SKN), Pasal 13, bahwa “Pemerintah mempunyai kewenangan untuk mengatur, membina, mengembangkan, melaksanakan, dan mengawasi penyelenggaraan keolahragaan secara nasional”.

4. Dalam UU-SKN Pasal 16, bahwa “Ketentuan lebih lanjut mengenai tugas, wewenang, dan tanggung jawab Pemerintah dan pemerintah daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 sampai dengan Pasal 15 diatur dengan Peraturan Pemerintah”.

5. Dalam UU-SKN Pasal 87, bahwa “Pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat melakukan pengawasan atas penyelenggaraan keolahragaan. Pengawasan dilakukan dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara pengawasan diatur dengan Peraturan Pemerintah.

6. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2007 tentang Penyelenggaraan Keolahragaan, Pasal 118, bahwa “Pengawasan dimaksud meliputi pengendalian internal dilakukan dengan cara memantau, mengevaluasi, dan menilai unsur kebijakan, prosedur, pengorganisasian, personil, perencanaan, penganggaran, pelaporan, dan supervisi dari penyelenggara kegiatan keolahragaan.

7. Dalam Pasal 90, bahwa “Standar Pengelolaan Organisasi Olahraga wajib memiliki persyaratan: … (d). struktur dan personalia yang kompeten ….

8. Dalam Pasal 121, bahwa “Dalam rangka efektivitas pengawasan, Menteri, gubernur, dan bupati/walikota dapat mengenakan sanksi administratif kepada setiap orang atau organisasi olahraga yang melakukan pelanggaran administratif dalam pelaksanaan penyelenggaraan keolahragaan, sesuai dengan ketentuan Peraturan Perundang-undangan.” Serta “Pengenaan sanksi administratif pada tiap pelanggaran administratif dalam pelaksanaan penyelenggaraan keolahragaan tingkat nasional dilaksanakan oleh Menteri.”

9. Dalam Pasal 122, bahwa “Bentuk sanksi administratif dimaksud meliputi peringatan; teguran tertulis; pembekuan izin sementara; pencabutan izin; pencabutan keputusan atas pengangkatan atau penunjukkan, atau pemberhentian; pengurangan, penundaan, atau penghentian penyaluran dana bantuan; dan/atau kegiatan keolahragaan yang bersangkutan tidak diakui.

10. Memperhatikan Rekomendasi Kongres Sepakbola Nasional (KSN) bulan Maret 2010 di Malang, terutama butir tentang “PSSI perlu segera melaksanakan reformasi dan restrukturisasi atas dasar usul, saran, dan kritik, serta harapan masyarakat dan mengambil langkah-langkah konkrit sesuai aturan yang berlaku untuk mencapai prestasi yang diharapkan masyarakat”.

11. Memperhatikan kegagalan Komite Eksekutif PSSI mengikuti ketentuan FIFA Standard Electoral Code di dalam pembentukan Komite Pemilihan dan Komite Banding Pemilihan yang bertugas untuk memilih calon Ketua Umum, Wakil Ketua Umum, dan Anggota Exco PSSI periode 2011-2015, yang berakhir dengan dibatalkannya seluruh Calon oleh Komite Banding Pemilihan.

12. Memperhatikan peringatan Pemerintah bersama KONI/KOI kepada PSSI pada tanggal 21 Februari 2011.

13. Memperhatikan keputusan Executive Committee FIFA pada tanggal 3 Maret 2011 yang mewajibkan diselenggarakannya kongres PSSI tanggal 26 Maret 2011 untuk membentuk komite pemilihan dan komite banding pemilihan, dan kongres pemilihan executive committee PSSI paling lambat sebelum tanggal 30 April 2011 yang harus dilaksanakan sesuai ketentuan FIFA Standard Electoral Code.

14. Memperhatikan kegagalan Executive Committee PSSI di dalam mempersiapkan dan menyelenggarakan kongres PSSI tanggal 26 Maret 2011 di Pekanbaru yang mengakibatkan 78 pemilik suara PSSI yang sah melaksanakan kongres tanpa dihadiri oleh Pengurus PSSI.

15. Memperhatikan laporan dari KONI/KOI berdasarkan hasil pengamatan peninjau dari KONI/KOI yang secara langsung hadir di lokasi kongres.

16. Memperhatikan pula laporan dari berbagai media yang hadir dan meliput situasi yang berkaitan dengan kongres PSSI di Pekanbaru.

17. Memperhatikan peringatan-peringatan yang dilakukan oleh Pemerintah menjelang kongres di Pekanbaru berkaitan dengan ketidakjelasan undangan, hak suara, peraturan organisasi, agenda, dan jalannya kongres yang harus transparan, demokratis, jujur, dan adil, serta dengan semangat sportivitas, sesuai dengan FIFA Standard Electoral Code dan Peraturan Perundang-undangan serta ketentuan keolahragaan di Indonesia.

18. Pemerintah bersama KONI/KOI beranggapan bahwa Pengurus PSSI telah meninggalkan tugas dan tanggungjawabnya dalam menyelenggarakan kongres tanggal 26 Maret 2011 di Pekanbaru.

19. Pemerintah dan KONI/KOI beranggapan bahwa persiapan penyelenggaraan kongres tidak mengikuti prosedur dan mekanisme sesuai peraturan yang berlaku, tidak dilakukan dengan profesional, dan tidak dilakukan dengan transparan, demokratis, serta semangat sportifitas. Mekanisme penentuan pemegang hak suara dan distribusi undangan tidak jelas bahkan sampai hari kongres, registrasi peserta kacau, peraturan pemilihan yang akan digunakan dalam penyelenggaraan kongres tidak jelas dan tidak disosialisasikan.

20. Berbagai pihak yang semestinya mendapatkan informasi tentang kongres tidak mendapatkan informasi sebagaimana mestinya mengenai pemegang hak suara, distribusi undangan, peraturan pemilihan, dan sebagainya. Dalam hal ini FIFA Standard Electoral Code, Preamble (Preliminary Remarks) butir (g) mewajibkan komite eksekutif untuk menyebarkan informasi umum mengenai pemilihan dan peraturan pemilihan kepada para anggota, badan pemerintah, dan media massa. Dalam hal ini Pemerintah dan KONI/KOI tidak pernah menerima informasi mengenai hal tersebut.

21. Ketidakhadiran Pengurus PSSI di lokasi kongres, khususnya Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal, sampai pada jadual pembukaan kongres yang telah ditetapkan telah mengakibatkan kebingungan dan ketidakpastian para peserta kongres. Bahkan pengumuman “pembatalan kongres” tidak dilakukan di depan para peserta ataupun di lokasi kongres, melainkan di tempat lain yang tidak diketahui oleh peserta.

22. Peninjau KONI/KOI melaporkan bahwa sejumlah 78 anggota PSSI pemilik hak suara memutuskan untuk membuka dan melanjutkan kongres PSSI walaupun tanpa kehadiran Pengurus PSSI. Dilaporkan juga bahwa kongres itu telah berjalan dengan baik, tertib, dan demokratis sesuai dengan aturan yang berlaku. Para peserta kongres tersebut telah berhasil mengesahkan peraturan pemilihan, memilih Anggota Komite Pemilihan dan Komite Banding Pemilihan.



Berdasarkan fakta-fakta dan pertimbangan di atas, Pemerintah bersama KONI/KOI berpendapat sebagai berikut:


I. Menunggu sikap FIFA atas keputusan kongres PSSI tanggal 26 Maret 2011 di Pekanbaru yang diikuti oleh 78 anggota PSSI pemilik hak suara.

II. Jika Keputusan Kongres tersebut disikapi secara positif oleh FIFA, maka Pemerintah bersama KONI/KOI mendukung segera dilaksanakannya kongres PSSI untuk memilih Ketua Umum, Wakil Ketua Umum, dan Anggota Executive Committee PSSI Periode 2011-2015 sesuai jadual yang telah ditetapkan oleh FIFA yaitu sebelum tanggal 30 April 2011.

III. Apabila FIFA bersikap lain, maka Pemerintah bersama KONI/KOI mendukung segera diselenggarakannya kongres PSSI untuk memilih Komite Pemilihan dan Komite Banding Pemilihan yang baru, dan selanjutnya melaksanakan kongres pemilihan Ketua Umum, Wakil Ketua Umum, dan Anggota Executive Committee PSSI Periode 2011-2015.

IV. Apabila situasi butir III yang terjadi, maka Pemerintah bersama KONI/KOI beranggapan bahwa Pengurus PSSI dibawah pimpinan Ketua Umum Saudara Nurdin Halid dan Sekretaris Jenderal Saudara Noegraha Besoes tidak kompeten untuk memimpin organisasi PSSI, dan karenanya tidak kompeten untuk menyelenggarakan kongres PSSI.

V. Untuk mencegah hal-hal yang bisa menyebabkan terulangnya kegagalan kongres PSSI karena ketidak-kompetenan pengurus PSSI, terutama ketidak-tertiban di dalam penentuan hak suara, distribusi undangan, penentuan peraturan pemilihan, agenda kongres, serta ketidak-bertanggungjawaban dalam penyelenggaraan kongres, maka dengan ini Pemerintah menyatakan tidak mengakui lagi Pengurus PSSI di bawah pimpinan Ketua Umum Saudara Nurdin Halid dan Sekretaris Jenderal Saudara Noegraha Besoes, serta seluruh kegiatan keolahragaan yang diselenggarakan kepengurusan PSSI tersebut.

VI. Kebijakan ini diambil berdasarkan kewenangan Pemerintah yang terdapat pada Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 serta Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2007. Kebijakan ini juga diambil demi menyelamatkan organisasi PSSI dan melindungi kepentingan persepakbolaan nasional.

VII. Dengan kebijakan ini, maka seluruh jajaran pemerintahan baik di pusat maupun di daerah, termasuk Kepolisian Negara Republik Indonesia, tidak dapat lagi memberikan pelayanan dan fasilitasi kepada kepengurusan PSSI di bawah pimpinan Ketua Umum Saudara Nurdin Halid dan Sekretaris Jenderal Saudara Noegraha Besoes, serta seluruh kegiatan keolahragaannya.

VIII. Dengan ini pula maka Pemerintah menghentikan sementara penyaluran dana yang bersumber dari APBN, sampai terbentuk kepengurusan PSSI yang baru periode 2011-2015.

IX. Demi kepentingan nasional, maka persiapan Tim Nasional Sepakbola Indonesia untuk menghadapi SEA Games 2011 harus terus berjalan. Dalam hal ini Pemerintah bersama KONI/KOI sepakat bahwa KONI/KOI bersama Program Indonesia Emas (PRIMA) akan menjalankan persiapan Tim Nasional.

X. Seluruh pertandingan LSI, Divisi Utama, Divisi I, II, dan III tetap berjalan sebagaimana mestinya dengan supervisi KONI/KOI bersama Pengprov PSSI dan Klub setempat.

XI. Pemerintah bersama KONI/KOI akan terus berkomunikasi dan bekerjasama dengan FIFA untuk mencari solusi terbaik dalam rangka penyelenggaraan kongres PSSI serta terpilihnya Komite Eksekutif PSSI Periode 2011-2015 yang kredibel.

XII. Pemerintah bersama KONI/KOI meminta dukungan dan doa seluruh rakyat Indonesia, seluruh pecinta bola di manapun berada agar langkah-langkah yang diambil ini akan berujung pada terbentuknya Pengurus PSSI yang kredibel dan kemajuan sepakbola Indonesia.

XIII. Sudah saatnya sepakbola Indonesia kembali menjadi yang terbaik di Asia Tenggara, menjadi salah satu Macan Asia, dan berbicara pada tingkat dunia.

XIV. Salam Olahraga, Jayalah Sepakbola Indonesia.

Tertanda

Menteri Negara Pemuda dan lahraga

Dr. Andi Mallarangeng

Ketua Umum KONI/KOI


Rita Subowo


sumber:tribunnews.com

Sabtu, 26 Maret 2011

Kongres PSSI Rusuh, Panitia Kabur


Kongres PSSI yang sedianya akan dibuka Ketua Umum PSSI, Nurdin Halid, mendadak berjalan rusuh dan tidak terkendali.

Meski belum terjadi tindakan anarkis, namun peserta kongres PSSI yang merupakan pemilik hak suara yang tidak dianggap PSSI berhasil menjebol paksa pintu ruang ballroom tempat kongres yang sebelumnya tertutup rapat.

Puluhan orang yang mengaku memiliki hak suara dan telah kehilangan kesabarannya dengan perlakuan PSSI di bawah komando Nurdin Halid, akhirnya meminta paksa panitia membuka pintu kongres untuk mereka masuk. Namun, panitia PSSI dengan dibantu aparat kepolisian, langsung menghalangi mereka di depan pintu ruangan kongres.

Merasa dihalang-halangi, puluhan orang tersebut semakin bersemangat menjebol paksa barisan pertahanan PSSI bersama sejumlah aparat Kepolisian tersebut. Tak sampai lima belas menit, pintu tempat kongres akhirnya dapat dijebol para pemilik suara gerbong revolusi PSSI tersebut.

Setelah masuk ke dalam ruangan kongres, para pemilik suara PSSI yang mengaku telah diambil paksa haknya oleh PSSI tersebut langsung mengambil posisi masing-masing sesuai dengan Klub dan Pengprov PSSI mereka masing-masing. Tak berselang lama, luapan amarah dan emosi para pemilik suara tersebut berubah menjadi sedikit lebih hening saat dikumandangkan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Pantauan Tribunnews.com di lokasi, puluhan pengurus dari kubu perubahan PSSI menguasai ruang sidang.

Panitia yang berasal dari pengurus PSSI terlihat kabur meningalkan ruangan. Saat ini, suasana di ruangan kacau dan hiruk pikuk pendukung KPPN yang menguasai podium.

source:http://www.tribunnews.com/2011/03/26/kongres-pssi-rusuh-panitia-kabur