Kamis, 17 Juni 2010

Video YouTube Ditonton 2 Miliar Kali Per Hari

Kurang dari sebulan setelah ulang tahunnya yang kelima, YouTube mengumumkan bahwa video-video mereka kini telah melampaui angka dua miliar view per hari. Saat ini, setiap menit, video sepanjang 24 jam di-upload ke situs itu.

Pengumuman yang dilakukan oleh situs video milik Google ini merupakan bagian dari upaya yang dilakukan perusahaan untuk menceritakan kepada publik sejarah di balik YouTube dan pertumbuhannya.

Sebagian dari kampanye tersebut adalah peluncuran “My YouTube Story” dan kanal terkait yakni YouTube 5 Year Channel.

Seperti dikutip dari Mashable, Selasa 18 Mei 2010, YouTube 5 Year Channel merupakan situs utama kampanye tersebut. Di sana, YouTube ingin pengguna memasukkan video seputar dampak YouTube terhadap kehidupan mereka.

Video-video yang dikirimkan pengguna nantinya akan dirangkai oleh Stephen Higgins, seorang pembuat film dokumenter.

Di kanal itu juga ada timeline interaktif yang menggambarkan sejarah platform media sosial dan koleksi video dari selebritas yang mengomentari seputar ulang tahun YouTube ke-5 tersebut.

Sumber:Vivanews.com

Rabu, 16 Juni 2010

Dari Anak Ingusan, Casting Sabun Hingga Video Artis

Video Porno Made In Indonesia
Heboh video porno mirip Ariel, Luna Maya dan Cut Tari menghebohkan tanah air. Sejak 10 tahun terakhir, beberapa video porno telah lebih dulu menghebohkan tanah air.

Kasus video porno asli Indonesia bisa dibilang dimulai dari film "Anak Ingusan". Sebelumnya ada beberapa, namun yang pertama membuat heboh adalah "Anak Ingusan". Video yang beredar tahun 2000 itu sempat menghebohkan masyarakat.

Peredarannya dulu belum lewat internat, melainkan melalui cakram VCD yang lagi tren saat itu. Dalam film itulah, sepasang pemain asli Indonesia beraksi melakukan hubungan seks di Surabaya. Disebut pemain wanitanya adalah seorang PSK dan sang pria adalah kuli bangunan.

Lalu ada film "Bandung Lautan Asmara". Rekaman adegan porno ini diperankan sepasang anak kampus asal Kota Kembang. Rekaman handycam yang asalnya untuk konsumsi pribadi ini, beredar luas akibat kelalaian mereka melakukan transfer VCD. Film ini beredar tahun 2001.

Setahun kemudian, beredar video berjudul "Casting Iklan Sabun". Video ini tampak seperti rekaman adegan casting. 8 Wanita yang mengikuti proses casting untuk iklan sabun ini diminta berakting tanpa busana di depan kamera. Tidak ada adegan seks dalam video ini. Para pemerannya pun mengaku mereka tidak tahu rekaman casting mereka disebarluaskan.

Menyusul video "Gadis Bali" dimana seorang wanita dari Indonesia melakukan hubungan seks dengan pria bule. Lalu ada video "Ganti Baju", yang merekam beberapa artis sedang berganti pakaian. Diantaranya adalah Shanty dan Sarah Azhari. Video ini dibuat dengan kamera tersebunyi. Para artis pun mengaku kecolongan dengan beredarnya video tersebut.

Setelah itu beredar ratusan video porno produksi dalam negeri. Kebanyakan dibuat dengan menggunakan ponsel berkamera. Munculnya video artis mirip Ariel, Luna Maya dan Cut Tari pun menambah daftar hitam video porno made in Indonesia.

Sumber:www.detik.com

10 Tahun Terakhir, Indonesia Hasilkan 800 Video Porno

Tidak hanya doyan mengkonsumsi video seks lewat internet, masyarakat Indonesia pun punya kebiasaan buruk merekam aktivitas seks mereka lewat kamera. Sedikitnya 800 video porno mini dihasilkan selama 10 tahun terakhir.

"800 Video itu baru yang terlacak atau yang ramai diberitakan di media massa. Di luar itu jumlahnya mungkin ribuan," ujar Ketua Gerakan Jangan Bugil Depan Kamera, Peri Umar Farouk kepada detikcom, Selasa (15/6/2010) malam.

Peri menjelaskan rata-rata video tersebut berdurasi pendek. Seringnya direkam hanya dengan menggunakan ponsel berkamera. Pemerannya pun beragam, mulai dari anak sekolah, mahasiswa hingga pegawai. Tidak hanya di kota besar, di pelosok pun kasusnya sama.

"Bayangkan jika di Indonesia ada 200 kabupaten atau kota, maka jika dirata-ratakan, setiap kabupaten dan kota menyumbang 4 video porno," terangnya.

Hal ini juga yang mendorong munculnya gerakan "Jangan Bugil Depan Kamera". Gerakan sifatnya jaringan relawan. Mereka mengkampanyekan jangan mau bugil atau merekam adegan seks di depan kamera.

"Dulu setelah ramai-ramai video Yahya Zaini dan Maria Eva itu kita miris. Ada ratusan video porno tapi tidak ada yang concern mengenai masalah ini," ujar Peri yang merintis gerakan ini sejak 29 Mei 2007.

Peri dan rekan-rekannya pun bergerak. Kini mereka aktif menjadi nara sumber untuk sekolah, perkumpulan dharma wanita dan maupun diskusi-diskusi soal pornografi.

"Jangan membuat materi porno baru, jangan menjadi penyebar, kalau sudah memiliki materi pornografi segera hapus. Jangan sampai menyesal setelah tersebar di internet," pesannya.

Sumber:detik.com

Selasa, 15 Juni 2010

Ariel dan Luna Maya Akan Bicara di CNN

Kasus ini telah ditulis oleh New York Times, Huffington Post, dan Associated Press.

Ariel "Peterpan" dan Luna Maya akan bicara di CNN, demikian dinyatakan pengacaranya, OC Kaligis. Dua artis yang dikaitkan dengan peredaran video seks itu sebelum ini telah diwawancarai tvOne dan Metro TV.

"Kemarin di tvOne, Metro TV juga. Dia mau berbicara kepada CNN," ujar pengacara senior yang biasa disapa OC ini.

Menurut Kaligis, kliennya masih membatasi diri untuk memberikan keterangan kepada pers pada umumnya. Insiden perusakan kamera wartawan yang terjadi saat mereka memenuhi panggilan polisi membuat Ariel dan Luna Maya lebih selektif untuk memberikan keterangan kepada media.

Berkaitan dengan itu Kaligis menolak mengungkapkan jadwal berikut pemeriksaan Luna dan Ariel. "Kalau saya pastikan, nanti wartawan kerumunin dia lagi," katanya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Selasa, 15 Juni 2010.

Saat ini, kata dia, Ariel dan Luna akan memberikan keterangan hanya kepada beberapa media saja. Termasuk di antaranya kepada media luar negeri.

Kasus video seks artis ini tak kurang telah mencuri perhatian banyak media asing. Salah satunya adalah New York Times, harian terkemuka di Amerika Serikat. Tulisan soal ini muncul di edisi Minggu, 13 Juni 2010, dengan berita berjudul "Sex Tape Scandal Fixates Indonesia."

Kantor berita Associated Press juga telah menurunkan laporan serupa. Begitu pula halnya dengan Huffington Post, laman blog berita yang disegani di Amerika saat ini. (kd)