Kamis, 11 Agustus 2011

Weirdest and Strangest animal in the world


1. Pelochelys cantorii (Cantor's giant soft-shelled turtle)



The turtle is found primarily in inland, slow-moving fresh water rivers and streams. Cantor's giant soft-shelled turtles can grow up to 6 feet (about 2 meters) in length and weigh more than 100 pounds (about 50 kilograms).

2. Matamata Turtle



The mata mata inhabits slow moving, blackwater streams, stagnant pools, marshes, and swamps ranging into northern Bolivia, eastern Peru, Ecuador, eastern Colombia, Venezuela, the Guianas, and northern and central Brazil. The mata mata is strictly an aquatic species but it prefers standing in shallow water where its snout can reach the surface to breathe.

3. Patagonian Cavy (Mara)




A large rodent that looks sort of like a rabbit, sort of like a donkey. The Patagonian Mara lives in Central and Southern Argentina. Maras inhabit arid grasslands and scrub desert

4. Saiga Antelope



Saiga is classified as critically endangered by the IUCN. There is an estimated total number of 50,000 Saigas today, which live in Kalmykia, three areas of Kazakhstan and in two isolated areas of Mongolia

5. Star nosed mole



The Star-nosed Mole lives in wet lowland areas and eats small invertebrates, aquatic insects, worms and mollusks. It is a good swimmer and can forage along the bottoms of streams and ponds. Like other moles, this animal digs shallow surface tunnels for foraging; often, these tunnels exit underwater.
The incredibly sensitive nasal tentacles are covered with almost one hundred thousand minute touch receptors known as Eimer's organs

6. Elephant shrew



They are widely distributed across the southern part of Africa, and although common nowhere, can be found in almost any type of habitat, from the Namib Desert to boulder-strewn outcrops in South Africa to thick forest.

7. Long-beaked echidna



Echidnas are one of the two types of mammals that lay eggs (the other one is platypus). The long-beaked echidna is found in New Guinea, where it is widespread.

8. Pink Fairy Armadillo



It is found in central Argentina where it inhabits dry grasslands and sandy plains with thorn bushes and cacti. It has the ability to bury itself completely in a matter of seconds if frightened.
The Pink Fairy Armadillo burrows small holes near ant colonies in dry dirt. It feeds mainly on ants and ant larvae near its burrow.

9. Long-eared Jerboa



"The Mickey Mouse of the desert" - mouse-like rodent with a long tail, long hind legs for jumping, and exceptionally large ears. The jerboa, found in the deserts of Mongolia and China, is listed as endangered on the IUCN Red List

source

Minggu, 07 Agustus 2011

5 Buku Misterius di Dunia

Beberapa buku menjadi terkenal bukan saja karena isinya yang menarik karena berdekatan dengan kehidupan dan pemikiran nyata serta terukur oleh persepsi manusia kebanyakan. Namun ada juga beberapa buku yang terkenal karena isinya yang sulit dan membutuhkan penalaran lebih dalam guna mencapai apa yang coba disampaikan oleh penulisnya. Bahkan beberapa hingga sekarang masih diteliti, ditelaah, dan dicerna, seperti 5 buku misterius berikut ini:

1. Naskah Kuno Ripley
Buku ini ditulis oleh seorang kimiawan asal Inggris, Sir George Ripley dan menjadi sebuah misteri di zaman setelahnya, buku ini juga telah menelurkan banyak penafsiran. Buku ini dipercaya memiliki ramuan keabadian dan membuat bingun para ilmuwan yang mencoba mengurai dan menganalisa isinya. Ripley juga dipercaya sebagai seorang cendekiawan lebih jenius dari yang ia kira. Buku ini bukanlah bacaan bagi mereka yang lebih cenderung berpikir realistis.

Naskah Kuno Ripley (Sumber: medialeopard.com)

Naskah Kuno Ripley (Sumber: medialeopard.com)

2. Buku Ramalan Nostradamus
Ramalan M. Michael de Nostradame merupakan salah satu buku terbitan yang terkenal di dunia semenjak diluncurkan kepada publik pada tahun 1555 Masehi. Secara sederhana, buku ini berupa kumpluan syair kuatrain (empat baris) ataupun ayat-ayat aneh bahkan menyangkut kejadian yang akan terjadi di masa depan, yang telah diprediksi, sejak tahun 1556. Ada ribuan orang yang mencoba menelaah serta menuliskannya kembali, namun banyak hal yang belum dan sulit dimengerti oleh mereka sehingga selalu gagal dalam menjelaskan apa maksud dari ayat dan syair yang ditulis oleh Nostradamus, sebagaimana dihadapi oleh orang-orang yang mencoba memahami buku ini di masa 1555.

Buku Ramalan Nostradamus (Sumber: medialeopard.com)

Buku Ramalan Nostradamus (Sumber: medialeopard.com)

3. Naskah Kuno Seraphinianus
Sebuah buku unik berisikan gambar-gambar penuh warna, sulit untuk diuraikan namun sangat mungkin untuk dipercayai. Buku ini terdiri dari 360 halaman, ditulis dengan sebuah uraian ataupun tulisan kode. Banyak orang yang mencoba menelaah dan melukiskan isi buku ini ke dalam sebuah kehidupan di sebuah planet secara paralel, sebuah mahakarya yang sangat menantang persepsi manusia dan insting alamiah. Buku ini sangat jarang ditemukan, dan seandainya ada harga minimalnya adalah 500 dollar Amerika Serikat ditulis oleh Luigi Serafini sekitar tahun1978.

Naskah Kuno Seraphinianus (Sumber : blogspot.com)

Naskah Kuno Seraphinianus(Sumber : blogspot.com)

4. Prodigiorum AC Ostentorum Chronicon
Jika Anda berpikir bahwa mahluk mitos wee tidak nyata, cobalah baca bukunya Konrad Lykosthenes, yang mengumpulkan hal-hal mengenai mahluk-mahluk aneh yang dipercaya ada di sekitar kita. Walaupun hampir seluruhnya dinyatakan tidak nyata, namun dianggap sebaliknya hanya saja dihilangkan, dilupakan, namun kembali ditulis dan dijelaskan secara akurat. Buku ini ditulis pada tahun 1557, di Basel ( Sebuah kota di Swiss), menampilkan burung dodo Maurisia, yang sekarang telah punah, secara jelas. Walaupun sebenarnya sebuah perjalanan pertama ke Maurisia, sebuah negara pulau yang terletak di Samudera Hindia, dilakukan pada tahun 1598 dalam sejarah, buku ini telah terbit 40 tahun sebelumnya.

Prodigiorum AC Ostentorum Chronicon (Sumber: nen.gov.uk)

5. Buku Kematian Bangsa Mesir
Judul sebenarnya adalah “The Spells of Coming Forth by Day”, dipenuhi oleh tulisan berupa mantra-mantra dan kidung. Kedua format tulisan tersebut digunakan untuk menolong arwah mereka yang mati menjadi kuat dan abadi di kehidupan berikutnya. Kitab Orang Mati adalah bagian dari tradisi penguburan yang meliputi teks sebelumnya Teks Piramida dan Teks Coffin. Beberapa mantra termasuk diambil dari karya-karya yang lebih tua dan tanggal ke 3 milenium SM. Mantra lainnya disusun kemudian dalam sejarah Mesir, dating ke Periode Menengah Ketiga (11 sampai 7 abad SM).

Buku Kematian Bangsa Mesir (Sumber: studio31.com)

Buku Kematian Bangsa Mesir (Sumber : jimloy.com)



sumber

Lima Wabah Penyakit Menular ( Pandemi ) Paling Mematikan di Dunia

Umat manusia pernah dirundung masa kelam, ketika dunia medis kedokteran perkembangannya masih sangat terbatas. Beberapa wabah pandemik, tercatat teleh menyebabkan kematian hingga puluhan juta orang di belahan dunia hingga kurun waktu tertentu. Berikut adalah 5 pandemi mematikan yang pernah melanda dunia:

1. Wabah Hitam
Kematian Hitam atau Wabah Hitam, adalah suatu pandemi hebat yang pertama kali melanda Eropa pada pertengahan hingga akhir abad ke-14 (1347 – 1351) dan membunuh sepertiga hingga dua pertiga populasi Eropa. Pada saat yang hampir bersamaan, terjadi pula epidemi pada sebagian besar Asia dan Timur Tengah, yang menunjukkan bahwa peristiwa di Eropa sebenarnya merupakan bagian dari pandemi multi-regional. Jika termasuk Timur Tengah, India, dan Tiongkok, Kematian Hitam telah merenggut sedikitnya 75 juta nyawa. Penyakit yang sama diduga kembali melanda Eropa pada setiap generasi dengan perbedaan intensitas dan tingkat fatalitas yang berbeda hingga dasawarsa 1700-an. Penyakit ini berhasil dimusnahkan di Eropa pada awal abad ke-19, tapi masih berlanjut pada bagian lain dunia (Afrika Tengah dan Oriental, Madagaskar, Asia, beberapa bagian Amerika Selatan).

wabah hitam (sumber: medusakick.blogspot)

wabah hitam (Sumber: solarnavigator)

Kejadian awal di Eropa awalnya disebut sebagai “Mortalitas Besar” (Great Mortality) oleh para penulis kontemporer. Nama “Kematian Hitam” umumnya dianggap berasal dari gejala khas dari penyakit ini, yang disebut acral necrosis, di mana kulit penderita menjadi menghitam karena pendarahan subdermal. Catatan sejarah telah membuat sebagian besar ilmuwan meyakini bahwa Kematian Hitam adalah suatu serangan wabah bubonik yang disebabkan bakteri Yersinia pestis dan disebarkan oleh lalat dengan bantuan hewan seperti tikus hitam (Rattus rattus), walaupun ada juga kalangan yang menyangsikan kebenaran hal ini.

2. Pandemik Flu 1918
Pandemik flu 1918 (biasanya disebut flu Spanyol) adalah pandemik influenza kategori 5 yang mulai menyebar di Amerika Serikat, muncul di Afrika Barat dan Perancis, lalu menyebar hampir ke seluruh dunia. Penyakit ini disebabkan oleh virus Influenza A subtipe H1N1. Kebanyakan korban flu ini adalah dewasa muda. Flu Spanyol terjadi dari Maret 1918 sampai Juni 1920, menyebar sampai ke Arktik dan kepulauan Pasifik. Diperkirakan 50 sampai 100 juta orang di seluruh dunia meninggal.

Pandemik Flu 1918 (sumber: actionspeaksradio.org)

Pandemik Flu 1918 (Sumber: oaklandgenealogy)

3. Wabah Justinianus
Wabah Justinianus adalah pandemik yang menyerang Kekaisaran Romawi Timur (Kekaisaran Bizantium), termasuk ibukotanya Konstantinopel, pada tahun 541–542 M. Penyebabnya kemungkinan adalah wabah pes, yang kemudian menjadi tidak populer karena menyebabkan wabah “Kematian Hitam” pada abad ke-14. Pengaruh sosial dan kultural dari wabah ini dapat disamakan dengan Kematian Hitam. Dalam pandangan sejarawan abad keenam, cakupan wabahnya hampir seluruh dunia, terutama menyerang Asia Selatan dan Tengah, Afrika Utara dan Arabia, dan Eropa (di utara sejauh Denmark dan di barat sejauh Irlandia. Studi genetis mengarah pada Cina sebagai sumber utama penularan.

Wabah Justinianus (Sumber: 2leep.co.uk)

Wabah Justinianus(Sumber: memphisfranks.glogster.)

Sampai sekitar tahun 750, wabah ini kembali di tiap generasi di Mediterania. Gelombang penyakit juga berpengaruh terhadap masa depan sejarah Eropa. Sejarawan modern menamai wabah ini berdasarkan nama Kaisar Romawi Justinianus I, yang berkuasa pada saat itu. Justinianus I juga mengidap penyakit tersebut, namun merupakan satu dari sedikit orang yang berhasil bertahan hidup.

4. Penyakit Pes
Penyakit pes adalah penyakit zoonosis, yang bersumber dari tikus kecil dan kutu-nya, dan merupakan salah satu dari tiga jenis infeksi yang disebabkan oleh Yersinia pestis (sebelumnya dikenal sebagai Pasteurella pestis), yang termasuk dalam keluarga Enterobacteriaceae. Wabah pes membunuh sekitar dua dari tiga manusia yang terjangkit dalam waktu 4 hari. Istilah wabah pes berasal dari Bubo kata Yunani, berarti “kelenjar bengkak”. Kelenjar getah bening (buboes) terutama terjadi di ketiak dan pangkal paha pada orang yang menderita wabah pes. Penyakit pes sering digunakan secara sinonim untuk wabah, tetapi sebenarnya merujuk secara khusus untuk infeksi yang masuk melalui kulit dan berjalan melalui limfatik, seperti yang sering terlihat pada infeksi kutu-borne. Penyakit pes umumnya diyakini menjadi penyebab Kematian Hitam yang melanda Eropa pada abad ke-14 dan menewaskan sekitar 75 juta orang diperkirakan, 30-60% dari populasi Eropa bersama dengan wabah septicemia dan wabah pneumonia. Karena wabah membunuh begitu banyak penduduk yang bekerja, upah naik dan beberapa sejarawan telah melihat ini sebagai titik balik dalam pembangunan ekonomi Eropa.

Penyakit PES (Sumber: blog.larkin)

5. Wabah Antoninus
Wabah Antoninus, AD 165-180, juga dikenal sebagai Wabah Galen, adalah pandemi kuno, baik dari cacar atau campak, dibawa ke Kekaisaran Romawi oleh pasukan yang kembali dari peperangan di Timur Dekat. Nama Antoninus, diberikan pada wabah ini, setelah kaisar terjangkit dan meninggal karena wabah ini. Penyakit ini kembali melanda sembilan tahun kemudian, menurut sejarawan Romawi Cassius Dio, dan menyebabkan kematian hingga 2.000 orang di Roma. Jumlah kematian telah diperkirakan mencapai lima juta orang. Sumber Kuno setuju bahwa epidemi muncul selama pengepungan Romawi atas Seleukia di musim dingin tahun 165-66. (**)

Kaisar Antoninus(Sumber: qwiki)

Sejarah Perubahan-Perubahan Lambang Garuda Pancasila

Sewaktu Republik Indonesia Serikat dibentuk, Sultan Hamid II diangkat menjadi Menteri Negara Zonder Porto Folio dan selama jabatan menteri negara itu ia ditugaskan Presiden Soekarno merencanakan, merancang dan merumuskan gambar lambang negara.

Tanggal 10 Januari 1950 dibentuk Panitia Teknis dengan nama Panitia Lencana Negara di bawah koordinator Menteri Negara Zonder Porto Folio Sultan Hamid II dengan susunan panitia teknis Muhammad Yamin sebagai ketua, Ki Hajar Dewantoro, M. A. Pellaupessy, Mohammad Natsir, dan RM Ngabehi Purbatjaraka sebagai anggota. Panitia ini bertugas menyeleksi usulan rancangan lambang negara untuk dipilih dan diajukan kepada pemerintah.

LAMBANG PERTAMA
Merujuk keterangan Bung Hatta dalam buku “Bung Hatta Menjawab” untuk melaksanakan Keputusan Sidang Kabinet tersebut Menteri Priyono melaksanakan sayembara. Terpilih dua rancangan lambang negara terbaik, yaitu karya Sultan Hamid II dan karya M. Yamin. Pada proses selanjutnya yang diterima pemerintah dan DPR adalah rancangan Sultan Hamid II. Karya M. Yamin ditolak karena menyertakan sinar-sinar matahari dan menampakkan pengaruh Jepang.

Setelah rancangan terpilih, dialog intensif antara perancang (Sultan Hamid II), Presiden RIS Soekarno dan Perdana Menteri Mohammad Hatta, terus dilakukan untuk keperluan penyempurnaan rancangan itu. Terjadi kesepakatan mereka bertiga, mengganti pita yang dicengkeram Garuda, yang semula adalah pita merah putih menjadi pita putih dengan menambahkan semboyan “Bhinneka Tunggal Ika”.

LAMBANG KEDUA
Pada tanggal 8 Februari 1950, rancangan final lambang negara yang dibuat Menteri Negara RIS, Sultan Hamid II diajukan kepada Presiden Soekarno. Rancangan final lambang negara tersebut mendapat masukan dari Partai Masyumi untuk dipertimbangkan, karena adanya keberatan terhadap gambar burung garuda dengan tangan dan bahu manusia yang memegang perisai dan dianggap bersifat mitologis.

Sultan Hamid II kembali mengajukan rancangan gambar lambang negara yang telah disempurnakan berdasarkan aspirasi yang berkembang, sehingga tercipta bentuk Rajawali – Garuda Pancasila dan disingkat Garuda Pancasila. Presiden Soekarno kemudian menyerahkan rancangan tersebut kepada Kabinet RIS melalui Moh Hatta sebagai perdana menteri.

AG Pringgodigdo dalam bukunya “Sekitar Pancasila” terbitan Departemen Hankam, Pusat Sejarah ABRI menyebutkan, rancangan lambang negara karya Sultan Hamid II akhirnya diresmikan pemakaiannya dalam Sidang Kabinet RIS. Ketika itu gambar bentuk kepala Rajawali Garuda Pancasila masih “gundul” dan “’tidak berjambul”’ seperti bentuk sekarang ini.

Inilah karya kebangsaan anak-anak negeri yang diramu dari berbagai aspirasi dan kemudian dirancang oleh seorang anak bangsa, Sultan Hamid II Menteri Negara RIS. Presiden Soekarno kemudian memperkenalkan untuk pertama kalinya lambang negara itu kepada khalayak umum di Hotel Des Indes, Jakarta pada 15 Februari 1950.

LAMBANG KETIGA
Penyempurnaan kembali lambang negara itu terus diupayakan. Kepala burung Rajawali Garuda Pancasila yang “gundul” menjadi “berjambul” dilakukan. Bentuk cakar kaki yang mencengkram pita dari semula menghadap ke belakang menjadi menghadap ke depan juga diperbaiki, atas masukan Presiden Soekarno.

Tanggal 20 Maret 1950, bentuk akhir gambar lambang negara yang telah diperbaiki mendapat disposisi Presiden Soekarno, yang kemudian memerintahkan pelukis istana, Dullah, untuk melukis kembali rancangan tersebut sesuai bentuk akhir rancangan Menteri Negara RIS Sultan Hamid II yang dipergunakan secara resmi sampai saat ini.

LAMBANG KEEMPAT
Untuk terakhir kalinya, Sultan Hamid II menyelesaikan penyempurnaan bentuk final gambar lambang negara, yaitu dengan menambah skala ukuran dan tata warna gambar lambang negara di mana lukisan otentiknya diserahkan kepada H. Masagung, Yayasan Idayu Jakarta pada 18 Juli 1974. Sedangkan Lambang Negara yang ada disposisi Presiden Soekarno dan foto gambar lambang negara yang diserahkan ke Presiden Soekarno pada awal Februari 1950 masih tetap disimpan oleh Kraton Kadriyah, Pontianak.

Dari transkrip rekaman dialog Sultan Hamid II dengan Masagung (1974) sewaktu penyerahan berkas dokumen proses perancangan lambang negara, disebutkan “ide perisai Pancasila” muncul saat Sultan Hamid II sedang merancang lambang negara. Dia teringat ucapan Presiden Soekarno, bahwa hendaknya lambang negara mencerminkan pandangan hidup bangsa, dasar negara Indonesia, di mana sila-sila dari dasar negara, yaitu Pancasila divisualisasikan dalam lambang negara.



sumber